Juli 2011


Perpustakaan RI
PAJAK ONLINE
SKP Walisongo
LIPI
Elearning NCIE
BBC Indonesia
DETIK.COM
OKEZONE.COM
Library of USIM
Universiti Sains Islam Malaysia (USIM)
UNISNU Jepara
LPP UNISNU Jepara
PDPT (Pangkalan Data Pendidikan Tinggi)
Center of Excellence (CoE) INISNU Jepara
Universitas Negeri Semarang (UNNES)
Pascasarjana UNNES
SIKADU UNNES
Kopertais Wilayah X
Kopertis Wilayah VI
UIN Walisongo Semarang
BKD Online UIN Walisongo
Sistem Informasi Akademik (SIA)UIN Walisongo Semarang
Laborat Pendidikan UIN Walisongo
LP2M UIN Walisongo Semarang
Peraturan Tentang Kurikulum 2013 (BSNP Indonesia)
BSNP Indonesia
Kementerian Pendidikan Nasional
Kementerian Agama RI
Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Islam(DIKTIS)
Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (DIKTI)
RMI NU Jepara
Yayasan NU Baiturahman Langon
NU Online
LPTNU Jepara
Yayasan Arwaniyah Kudus
MA NU Banat Kudus
MA TBS Kudus
Suara Merdeka
Kompas
ETS
GOOGLE
YAHOO
Zulfikri Anas
Deden Makbuloh
Jurnal Ilmiah LIPI
Puslitbang Kehidupan Keagamaan
LPMP Jawa Tengah
Soal Kepribadian Littauer & Baron
Library.nu
macrothink journal
journals.sfu
ecdgroup.com
ijedict.dec.uwi.edu
academic journals
euro journals
e-iji.net

Tahun Bentuk Penghargaan Pemberi
2009 penyaji terbaik sepuluh besar proposal penelitian dalam Pendidikan Dan Pelatihan Peningkatan Keterampilan Peneliti Bidang Kehidupan Keagamaan Kepala Pusdiklat Tenaga Teknis Keagamaan Departemen Agama RI
2007 Peneliti Penyaji terbaik I pada Pertemuan Nasional Jaringan Penelitian PTAI tahun 2007 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Islam Malang

Tahun Jenis/ Nama Kegiatan Tempat
2011 Penguatan Ketrampilan Baca Tulis Al-Qur’an (BTA) Melalui Metode Al Masyhuroh pada Komunitas Nelayan di Kabupaten Jepara Kecamatan Mlonggo
Sampai sekarang Memberi Khotbah Jum’at di masjid Baitus Salam Lebuawu Masjid Baitussalam Lebuawu Pecangaan Jepara
Sampai sekarang Memberi Khotbah Jum’at di masjid Baiturrahman Langon Masjid Baiturrahman Langon Tahunan Jepara
2010 Akselerasi Penuntasan Buta Baca Tulis Al-Qur’an (BTA) pada Masyarakat dalam Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Baca Tulis Al-Qur’an Kecamatan Pakisaji, Kembang, Keling dan Donorojo.
2009 Penuntasan Buta Aksara (PBA) SUKMA (Surat Keterangan Melek Aksara) dalam Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Penuntasan Buta Aksara (PBA) Kecamatan Keling, Donorojo, Kembang, Bangsri, Mlonggo, Pakis Aji, Jepara, Kedung, Batealit, Pecangaan, Tahunan, Kalinyamatan, Welahan, Mayong, Nalumsari
2008 Akselerasi Penuntasan Buta Baca Tulis Al-Qur’an (BTA) pada Masyarakat Pesisir dalam Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Baca Tulis Al-Qur’an Kecamatan Kedung (Tanggul Tlare) dan Kecamatan Mlonggo (Mororejo)
2008 Penuntasan Buta Aksara (PBA) SUKMA I (dasar) dan 2 (lanjutan); (Surat Keterangan Melek Aksara/SUKMA I dan SUKMA 2) dalam Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Penuntasan Buta Aksara (PBA) Kecamatan Keling, Donorojo, Kembang, Bangsri, Mlonggo, Pakis Aji, Jepara, Kedung, Batealit, Pecangaan, Tahunan, Kalinyamatan, Welahan, Mayong, Nalumsari
2007 Penuntasan Buta Aksara (PBA) SUKMA I (Dasar) ;(Surat Keterangan Melek Aksara /SUKMA I) dalam Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Penuntasan Buta Aksara (PBA) Kecamatan Keling, Kembang, Jepara, Pecangaan, Karimunjawa, Tahunan
2007 Akselerasi Penuntasan Buta Baca Tulis Al-Qur’an (BTA) di Daerah Tertinggal dan Pedalaman dalam Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Baca Tulis Al-Qur’an Kecamatan Welahan Kabupaten Jepara
2006 Wahana Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pembangunan Masa Depan Daerah dalam Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan X Tahun Akademik 2005/2006 Kecamatan Keling Kabupaten Jepara
2005 Instrumen Meningkatkan Mentalitas Masyarakat Jepara dalam Pembangunan Daerah dalam Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan IX Tahun Akademik 2004/2005 Kecamatan Welahan Kabupaten Jepara
2004 Mapping Kawasan Keagamaan di Kecamatan Kembang dalam kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) INISNU Jepara Angkatan VIII Tahun Akademik 2003/2004 Kecamatan Kembang Kabupaten Jepara

Tahun Judul Penelitian Ketua/Anggota Tim
2011 Penelitian Individual “Aplikasi Pendekatan Student Active Learning (SAL) dalam Pembelajaran Fiqih (Studi Deskriptif pada Perguruan TinggiAgama Islam Swasta (PTAIS) di Jawa Tengah) Peneliti
2010 Kapitalisme Kaum Santri “(Potret Etos Kerja Kaum Santri Pengrajin Meubel Jepara dalam Hegemoni Pengusaha Asing) Ketua Tim
2010 Minat Masuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Bagi Siswa SMP dan MTs Negeri Swasta di Kabupaten Jepara 2010 Ketua Tim
2009 Studi Deskriptif Materi Dan Pola Pembelajaran Fiqih Pada Madrasah Aliyah (MA) Di Jawa Tengah Tahun 2009 Ketua Tim
2008 Evaluasi pelaksanaan program
Decentralized basic education (DBE) kabupaten jepara Ketua Tim
2007 Studi Partisipasi Masyarakat Dalam Pendidikan Kabupaten Jepara Ketua Tim
2006 Rencana Induk Pengembangan Pertanian Rakyat Di Kecamatan Jepara Dan Karimunjawa Ketua Tim
2006 Problematika Droup Out Di Jepara
(Kajian Tentang Alternatif Pemecahan Masalah Putus Sekolah dan Penuluran Tamatan di Kabupaten Jepara) Ketua Tim
2005 Mentalitas Komunitas Muslim Dalam Pembangunan (Diskripsi Mentalitas Komunitas Muslim Dalam Melaksanakan Nilai-nilai Ajaran Islam Tentang Ajaran Islam Tentang Etos Kerja Dalam Pembangunan Daerah) Ketua Tim
2005 Mapping Sumber Daya Pendidikan Kabupaten Jepara Ketua Tim
2004 Profil Kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS)Kabupaten Jepara Ketua Tim
2004 Kualitas Pengurus Badan Perwakilan Desa (BPD) Dalam Proses Demokratisasi Dan Civil Society
(Studi Deskriptif Analisis Di Kecamatan Kedung dan Pecangaan Kabupaten Jepara) Tenaga Ahli

Tahun Nama/Judul Bentuk/Jenis
2010 Metodologi Pembelajaran PAI Buku ajar
2010 Sistem Evaluasi Pendidikan Agama Islam Buku ajar
2010 Metode Penelitian Pendidikan Buku ajar
2011 Manajemen Partisipasi dalam Pendidikan Proses Buku
2011 Statistik Pendidikan Proses Buku
2010 Peran Media Komunikasi Modern dalam Dakwah Islam Jurnal An-Nida’
2008 Mentalitas Komunitas Muslim dalam Pembangunan Jurnal An-Nur

Tahun Jenis/ Nama Organisasi Jabatan/Jenjang Keanggotaan
2011-2016 Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU) Kabupaten Jepara Ketua Bidang Informasi dan Data
2011-2016 Pengurus Yayasan NU Baiturrahman Langon Sekretaris Umum
2010-2015 Lajnah Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) Kabupaten Jepara Sekretaris Umum
2010-2015 Lembaga Bahstul Masa’il Nahdlatul Ulama (LBM NU) Kabupaten Jepara Koordinator bidang kajian kontemporer
2010-2015 Komite Sekolah Ketua I
2009-2013 Dewan Riset Daerah (DRD) Koordinator Bidang Sosial, Politik dan Budaya
2007-2010 Tim Pemantau Independen (TPI) Ujian Nasional Kabupaten Jepara Koordinator
2003-2008 Lembaga Studi Pengembangan Daerah (LSPD) Koordinator Bidang (Kabid)
2000-2003 Forum Studi Pengembangan Daerah (FSPD) Koordinator Bidang (Kabid)

Tahun Lulus Perguruan Tinggi Jurusan/
Bidang Studi
proses Universitas Negeri Semarang (UNNES) Manajemen Pendidikan
2000 Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sunan Ampel Surabaya Pendidikan Islam
1997 Institut Keislaman Hasyim Asy’ari (IKAHA) Tebuireng Jombang Pendidikan Agama Islam
1993 MA Walisongo Pecangaan Jepara
1990 SMP N 1 Pecangaan Jepara
1987 SD Negeri 1 Lebuawu Pecangaan Jepara

Nama : Nur khoiri, M.Ag
NIP/NIK : 19740418 200501 1 002
Jenis Kelamin : Laki-laki
Tempat dan Tanggal Lahir : Jepara, 18 April 1974
Pekerjan : Dosen
Alamat Kantor : Jl. Taman Siswa No. 09 Tahunan Jepara
Telp./Faks. : (0291) 593132
Alamat Rumah : Jl. Soekarno-Hatta KM.5,5 Rt. 02/I Langon Tahunan Jepara
Telp./Faks. : (0291) 592492
Alamat E-mail : nur_khoiri@yahoo.co.id


Istilah partisipasi mengandung arti keikutsertaan. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, partisipasi adalah “sejumlah orang yang turut berperan dalam suatu kegiatan; keikutsertaan dan peran serta”.
Pengertian tentang partisipasi secara formal adalah turut sertanya seseorang, baik secara mental maupun emosional untuk memberikan sumbangan kepada proses pembuatan keputusan mengenai persoalan dimana keterlibatan pribadi orang yang bersangkutan melaksanakan tanggung jawab untuk melakukannya.
Lebih jauh dijelaskan oleh Keith Davis dalam Sastropoetro bahwa partisipasi didefinisikan sebagai keterlibatan mental/pikiran dan emosi/perasaan seseorang di dalam situasi kelompok yang mendorongnya untuk memberikan sumbangan kepada kelompok dalam usaha mencapai tujuan serta turut bertanggung jawab terhadap usaha yang bersangkutan. Dengan kata lain, batasan dari partisipasi adalah keterlibatan komunitas setempat secara aktif dalam pengambilan keputusan atau pelaksanaannya terhadap proyek-proyek pembangunan.

Selanjutnya Korten dalam Khadiyanto mendefinisikan partisipasi sebagai suatu tindakan yang mendasar untuk bekerjasama yang memerlukan waktu dan usaha, agar menjadi mantap dan hanya berhasil baik dan terus maju apabila ada kepercayaan. Dengan kata lain, Poerbakawatja memberikan batasan partisipasi sebagai suatu gejala demokrasi dimana orang diikutsertakan dalam perencanaan suatu pelaksanaan dari gejala sesuatu yang berpusat pada kepentingannya dan juga ikut memikul tanggung jawab sesuai dengan tingkat kematangan dan tingkat kewajibannya.
Lain halnya dengan definisi partisipasi menurut Suherlan dalam Khadiyanto. Menurutnya, partisipasi diartikan sebagai dana yang dapat disediakan atau dapat dihemat sebagai sumbangan atau kontribusi masyarakat pada proyek-proyek pemerintah. Selain itu, partisipasi juga dapat diartikan sebagai keterlibatan masyarakat dalam penentuan arah, strategi dan kebijakan pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah serta keterlibatan masyarakat dalam memikul dan memetik hasil atau manfaat pembangunan.
Dari beberapa pengertian tentang partisipasi di atas, Khadiyanto merumuskan bahwa partisipasi masyarakat adalah keikutsertaan/pelibatan masyarakat dalam kegiatan pelaksanaan pembangunan dalam merencanakan, melaksanakan dan mengendalikan serta mampu untuk meningkatkan kemauan menerima dan kemampuan untuk menanggapi, baik secara langsung maupun tidak langsung sejak dari gagasan, perumusan kebijaksanaan hingga pelaksanaan program.
Berdasarkan hal tersebut, terdapat beberapa unsur penting yang tercakup dalam pengertian partisipasi, diantaranya: Pertama, dalam partisipasi yang ditelaah bukan hanya keikutsertaan secara fisik tetapi juga fikiran dan perasaan (mental dan emosional). Kedua, partisipasi dapat digunakan untuk memotivasi orang-orang yang menyumbangkan kemampuannya kepada situasi kelompok sehingga daya kemampuan berfikir serta inisiatifnya dapat timbul dan diarahkan kepada tujuan-tujuan kelompok. Ketiga, dalam partisipasi mengandung pengertian orang untuk ikut serta dan bertanggungjawab dalam kegiatan-kegiatan organisasi. Hal ini menunjukkan bahwa makin tinggi rasa keterlibatan psikologis individu dengan tugas yang diberikan kepadanya, semakin tinggi pula rasa tanggung jawab seseorang dalam melaksanakan tugas tersebut. Beberapa hal yang berhubungan dengan partisipasi orang tua dan masyarakat sebagai berikut:
1. Partisipasi masyarakat merupakan satu alat guna memperoleh informasi mengenai kondisi, kebutuhan dan sikap masyarakat setempat.
2. Masyarakat akan lebih mengetahui seluk beluk proyek tersebut dan akan mempunyai rasa memiliki program tersebut.
3. Partisipasi merupakan hak demokrasi bila masyarakat dilibatkan dalam pembangunan.


PENDAHULUAN
A. Pengertian Statistik
STATISTIK adalah: Pengetahuan tentang cara–cara mengumpulkan data/fakta, menyajikan, mengolah, menganalisis serta mengambil kesimpulan berdasarkan hasil analisis diperoleh.
Secara etimologi, statistic berasal dari “status” (bahasa latin) yang mempunyai persamaan arti dengan kata “state” (bahasa Inggris) atau “staat” (bahasa Belanda) dan dalam bahasa Indonesia diterjemahkan menjadi “Negara”. Pengertian statistic pada awalnya adalah sebagai kumpulan bahan keterangan berupa data baik yang berupa angka (data kuantitatif) maupun data yang tidak berupa angka (data kualitatif) yang mempunyai arti penting bagi Negara tersebut. Tetapi dengan perkembangannya pengertian statistic dibatasi pada “kumpulan bahan keterangan yang berupa angka (data kuantitatif) saja, sedangkan data yang tidak berupa angka (data kualitatif) tidak dikatakan sebagai statistic.
Statistik adalah kesimpulan fakta berbentuk angka yang disusun dalam bentuk daftar atau tabel yang menggambarkan suatu persoalan. Nama statistic bergantung pada masalah yang dijelaskan oleh statistic itu, misalnya statistic pendidikan, statistic ekonomi, statistic kependudukan, statistic produksi, statistic penjualan, dan sebagainya.
Statistik Pendidikan yaitu ilmu pengetahuan yang membahas atau mempelajari dan mengembangkan prinsip-prinsip, metode dan prosedur yang perlu ditempuh atau dipergunakan, dalam rangka mengumpulkan, penyusunan, penyajian, penganalisaan bahan keterangan yang berwujud angka mengenai hal-hal yang berkaitan dengan pendidikan (khususnya proses belajar mengajar), dan penarikan kesimpulan, pembuatan perkiraan serta ramalan secara ilmiah (dalam hal ini secara matematik) atas dasar kumpulan keterangan yang berwujud angka tadi.


Pengertian Teknik Evaluasi Hasil Belajar.
Istilah teknik dapat diartikan sebagai “alat”. Jadi dalam istilah teknik evaluasi hasil belajar terkandung arti alat–alat (yang digunakan dalam rangka melakukan) evaluasi hasil belajar.
Dalam konteks evaluasi hasil belajar, dikenal adanya dua macam teknik, yaitu teknik tes dan teknik non tes. Dengan teknik tes, maka evaluasi hasil belajar itu dilakukan dengan jalan menguji peserta didik. Sebaliknya, dengan teknik non tes maka evaluasi hasil belajar dilakukan tanpa menguji peserta didik.

Evaluasi hasil belajar dapat dikatakan terlaksana dengan baik apabila dalam pelaksanaannya senantiasa berpegang pada tiga prinsip dasar berikut:
1. Prinsip keseluruhan.
Prinsip keseluruhan atau prinsip menyeluruh juga dikenal dengan istilah prinsip komprehensif (comprehensive). Dengan prinsip komprehensif dimaksudkan disini bahwa evaluasi hasil belajar dapat dikatakan terlaksana dengan baik apabila evaluasi tersebut dilaksanakan secara bulat, utuh atau menyeluruh.
2. Prinsip kesinambungan.
Prinsip kesinambungan juga dikenal dengan istilah prinsip kontinuitas (continuity). Dengan prinsip ini dimaksudkan bahwa evaluasi hasil belajar yang baik adalah evaluasi hasil belajar yang dilaksanakan secara teratur dan sambung-menyambung dari waktu ke waktu.
3. Prinsip obyektivitas.
Prinsip obyektivitas (objectivity) mengandung makna, bahwa evaluasi hasil belajar dapat dinyatakan sebagai evaluasi yang baik apabila dapat terlepas dari factor–factor yang sifatnya subyektif. Prinsip ini sangat penting, sebab apabila dalam melakukan evaluasi unsure–unsure subyektif menyelinap masuk ke dalamnya, akan dapat menodai kemurnian pekerjaan evaluasi itu sendiri.

Link Permendikbud Tentang Kurikulum 2013
Undang-Undang RI No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
Undang-Undang RI No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen
Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan
Permendiknas No. 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah
Permendiknas No. 20 Tahun 2007 tentang Standar Penilaian Pendidikan
Permendiknas No. 23 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar Dan Menengah
Permen No. 16 tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik Dan Kompetensi Guru
Permendiknas No. 41 tahun 2007 tentang Standar Proses Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah
Permenag No. 2 tahun 2008 Tentang Standar Kompetensi Lulusan Dan Standar Isi Pendidikan Agama Islam Dan Bahasa Arab Di Madrasah
Lampiran Permenag No. 2 tahun 2008 Tentang Standar Kompetensi Lulusan Dan Standar Isi Pendidikan Agama Islam Dan Bahasa Arab Di Madrasah
Kumpulan Peraturan dan Keputusan Kementerian Agama RI
PP RI No 32 Tahun 2011 Tentang Manajemen dan Rekayasa,Analisis Dampak,Serta Manajemen Kebutuhan Lalu Lintas
Permendiknas No. 11 Tahun 2011 Tentang Sertifikasi Bagi Guru dalam Jabatan
Permendiknas No. 28 Tahun 2010 Tentang Penugasan Guru Sebagai Kepala Sekolah/Madrasah
Permendiknas No. 28 Tahun 2009 Tentang Standar Kompetensi Kejuruan SMK/MAK
Permenag No. 16 Tahun 2010 Tentang Pengelolaan Pendidikan Agama Pada Sekolah
PermenPAN dan Reformasi Birokrasi No. 16 Tahun 2009 Tentang Jabatan Fungsional dan Angka Kreditnya
PermenPAN dan Reformasi Birokrasi No. 21 Tahun 2010 Tentang Jabatan Fungsional Pengawas Sekolah dan Angka Kreditnya
Peraturan Pemerintah No. 17 Tahun 2010 Tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan
Peraturan Pemerintah No. 66 Tahun 2010 Tentang Perubahan PP No. 17 Tahun 2010 Tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan

Ramadhan dan Pendidikan Karakter
Seputar Pengembangan Kurikulum 2013
Tri Dharma Perguruan Tinggi dan Etika Kampus
Materi Pembekalan PPL Fakultas Tarbiyah 2012
Penelitian Evaluasi Program
Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research)
Prospek Membangun Prestasi Penelitian di Perguruan Tinggi
Agar Presentasi Mampu Memikat Audience
Tips Agar Komputer Terbebas Dari Virus
Jenis-Jenis Pendekatan dalam Pendidikan
Sejarah Jabal Abi Qubais
Perceraian Beda Pandangan Politik
Marhaban Ya Ramadlan (DR.KH.MA Sahal Mahfudh)
Silabus dan RPP
Dampak Perkembangan Teknologi Komunikasi Terhadap Kehidupan Sosial
Makna Kesucian dan Keistimewaan Bulan Rajab
Jurnal Elektronik
Memelihara Kebiasaan Ibadah
Cara Download You Tube Tanpa Software
Zanbal Palembang
Mencium Tangan

Sesuai dengan amanat Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan salah satu standar yang harus dikembangkan adalah standar proses. Standar proses adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran pada satuan pendidikan untuk mencapai kompetensi lulusan. Standar proses berisi kriteria minimal proses pembelajaran pada satuan pendidikan dasar dan menengah di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia. Standar proses ini berlaku untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah pada jalur formal, baik pada sistem paket maupun pada sistem kredit semester.
Standar proses meliputi perencanaan proses pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran, penilaian hasil pembelajaran, dan pengawasan proses pembelajaran untuk terlaksananya proses pembelajaran yang efektif dan efisien.

PERENCANAAN PROSES PEMBELAJARAN
Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang memuat identitas mata pelajaran, standar kompetensi (SK), kompetensi dasar (KD), indikator pencapaian kompetensi, tujuan pembelajaran, materi ajar, alokasi waktu, metode pembelajaran, kegiatan pembelajaran, penilaian hasil belajar, dan sumber belajar.
A. Silabus
Silabus sebagai acuan pengembangan RPP memuat identitas mata pelajaran atau tema pelajaran, SK, KD, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar.
Silabus dikembangkan oleh satuan pendidikan berdasarkan Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL), serta panduan penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Dalam pelaksanaannya, pengembangan silabus dapat dilakukan oleh para guru secara mandiri atau berkelompok dalam sebuah sekolah/madrasah atau beberapa sekolah, kelompok Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) atau Pusat Kegiatan Guru (PKG), dan Dinas Pendidikan. Pengembangan silabus disusun di bawah supervisi dinas kabupaten/kota yang bertanggung jawab di bidang pendidikan untuk SD dan SMP, dan dinas provinsi yang bertanggung jawab di bidang pendidikan untuk SMA dan SMK, serta departemen yang menangani urusan pemerintahan di bidang agama untuk Ml, MTs, MA, dan MAK.
B. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
RPP dijabarkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan belajar peserta didik dalam upaya mencapai KD. Setiap guru pada satuan pendidikan berkewajiban menyusun RPP secara lengkap dan sistematis agar pembelajaran berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.
RPP disusun untuk setiap KD yang dapat dilaksanakan dalam satu kali pertemuan atau lebih. Guru merancang penggalan RPP untuk setiap pertemuan yang disesuaikan dengan penjadwalan di satuan pendidikan.
Komponen RPP adalah:
1. Identitas mata pelajaran
Identitas mata pelajaran, meliputi: satuan pendidikan, kelas, semester, program/program keahlian, mata pelajaran atau tema pelajaran, jumlah pertemuan.
2. Standar kompetensi
Standar kompetensi merupakan kualifikasi kemampuan minimal peserta didik yang menggambarkan penguasaan pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang diharapkan dicapai pada setiap kelas dan/atau semester pada suatu mata pelajaran.
3. Kompetensi dasar
Kompetensi dasar adalah sejumlah kemampuan yang harus dikuasai peserta didik dalam mata pelajaran tertentu sebagai rujukan penyusunan indikator kompetensi dalam suatu pelajaran.
4. Indikator pencapaian kompetensi
Indikator kompetensi adalah perilaku yang dapat diukur dan/atau diobservasi untuk menunjukkan ketercapaian kompetensi dasar tertentu yang menjadi acuan penilaian mata pelajaran. Indikator pencapaian kompetensi dirumuskan dengan menggunakan kata kerja operasional yang dapat diamati dan diukur, yang mencakup pengetahuan, sikap, dan keterampilan.
5. Tujuan pembelajaran
Tujuan pembelajaran menggambarkan proses dan hasil belajar yang diharapkan dicapai oleh peserta didik sesuai dengan kompetensi dasar.

6. Materi ajar
Materi ajar memuat fakta, konsep, prinsip, dan prosedur yang relevan, dan ditulis dalam bentuk butir-butir sesuai dengan rumusan indikator pencapaian kompetensi.
7. Alokasi waktu
Alokasi waktu ditentukan sesuai dengan keperluan untuk pencapaian KD dan beban belajar.
8. Metode pembelajaran
Metode pembelajaran digunakan oleh guru untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik mencapai kompetensi dasar atau seperangkat indikator yang telah ditetapkan. Pemilihan metode pembelajaran disesuaikan dengan situasi dan kondisi peserta didik, serta karakteristik dari setiap indikator dan kompetensi yang hendak dicapai pada setiap mata pelajaran. Pendekatan pembelajaran tematik digunakan untuk peserta didik kelas 1 sampai kelas 3 SD/MI.
9. Kegiatan pembelajaran
a. Pendahuluan
Pendahuluan merupakan kegiatan awal dalam suatu pertemuan pembelajaran yang ditujukan untuk membangkitkan motivasi dan memfokuskan perhatian peserta didik untuk berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran.
b. Inti
Kegiatan inti merupakan proses pembelajaran untuk mencapai KD. Kegiatan pembelajaran dilakukan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Kegiatan ini dilakukan secara sistematis dan sistemik melalui proses eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi.
c. Penutup
Penutup merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mengakhiri aktivitas pembelajaran yang dapat dilakukan dalam bentuk rangkuman atau kesimpulan, penilaian dan refleksi, umpan balik, dan tindak lanjut.

10. Penilaian hasil belajar
Prosedur dan instrumen penilaian proses dan hasil belajar disesuaikan dengan indikator pencapaian kompetensi dan mengacu kepada Standar Penilaian.
11. Sumber belajar
Penentuan sumber belajar didasarkan pada standar kompetensi dan kompetensi dasar, serta materi ajar, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi.
C. Prinsip-prinsip Penyusunan RPP
1. Memperhatikan perbedaan individu peserta didik
RPP disusun dengan memperhatikan perbedaan jenis kelamin, kemampuan awal, tingkat intelektual, minat, motivasi belajar, bakat, potensi, kemampuan sosial, emosi, gaya belajar, kebutuhan khusus, kecepatan belajar, latar belakang budaya, norma, nilai, dan/atau lingkungan peserta didik.
2. Mendorong partisipasi aktif peserta didik
Proses pembelajaran dirancang dengan berpusat pada peserta didik untuk mendorong motivasi, minat, kreativitas, inisiatif, inspirasi, kemandirian, dan semangat belajar.
3. Mengembangkan budaya membaca dan menulis
Proses pembelajaran dirancang untuk mengembangkan kegemaran membaca, pemahaman beragam bacaan, dan berekspresi dalam berbagai bentuk tulisan
4. Memberikan umpan balik dan tindak lanjut
RPP memuat rancangan program pemberian umpan balik positif, penguatan, pengayaan, dan remedi.
5. Keterkaitan dan keterpaduan
RPP disusun dengan memperhatikan keterkaitan dan keterpaduan antara SK, KD, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi, penilaian, dan sumber belajar dalam satu keutuhan pengalaman belajar. RPP disusun dengan mengakomodasikan pembelajaran tematik, keterpaduan lintas mata pelajaran, lintas aspek belajar, dan keragaman budaya.
6. Menerapkan teknologi informasi dan komunikasi
RPP disusun dengan mempertimbangkan penerapan teknologi informasi dan komunikasi secara terintegrasi, sistematis, dan efektif sesuai dengan situasi dan kondisi.

Oleh: Nur Khoiri, M.Ag

Pendahuluan
Kita ketahui bahwa sebenarnya sejak dulu teknologi sudah ada dan manusia sudah menggunakan teknologi dan pada hakekatnya prilaku manusia adalah untuk berkomunikasi seperti yang di kemukakan Colin Cherry (1957) komunikasi adalah suatu proses dimana fihak-fihak peserta saling mengunakan komunikasi dengan tujuan untuk mencapai pengertian bersama yang lebih baik mengenai masalah yang penting bagi semua fihak yang bersangkutan, dan teknologi adalah produk yang digunakan dan dihasilkan untuk memudahkan dan meningkatkan kinerja atau Struktur atau sistem di mana proses dan produk itu dikembangkan dan digunakan Seseorang. Bisa di sebut bahawa teknologi berupa sarana manusia dalam berkomunikasi secara sosial
Manusia menggunakan teknologi karena manusia berakal. Dengan akalnya ia ingin keluar dari masalah, ingin hidup lebih baik, lebih aman dan sebagainya dan ingin menjalin hubungan dengan masyarakat social lainnya. Namun Perkembangan teknologi komunikasi memiliki dampak positif dan negative. Postif dengan ada nya teknologi lahirlah inovasi-inovasi baru yang mempermudah hidup manusia, dan terjadilah perkembangan ilmu pengetahuan, karena teknologi lahir dari sebuah ilmu.namuan secara negative teknologi komunikasi memberikan dampak pada kehidupan social, ketika norma-norma yang berlaku tidak sesuai lagi dengan yang ada saat ini, seringnya terjadi kejahatan teknologi yang merugikan masyaraka tidak hanya itu dampak teknokom bisa merusak moral dan akhlak kita.
Sadari bahwa dampak yang terjadi pada kehidupan social masyarakat, karena teknokom, membuat masyarakat kurang peka terhadap kehidupan masyarakarakat kehadiran teknologi informasi telah mengurangi intensitas tatap muka yang terjadi dalam organisasi atau pun social masyarakat. Kita sebagai manusia yang pandai tau betul mana yang harus kita ambil dalam memaknai teknologi komunikasi ini dalam hidup.

Pengertian Teknologi Komunikasi
Kata Teknologi berasal dari asal kata latin Texere yang berarti to weave (menenun) atau to construct (membangun) (Rogers, 1986. Kata Teknologi tidak hanya terbatas kepada pengguna mesin-mesin, meskipun dalam pengertian sempit sering digunakan keterkaitan teknologi dan mesin dalam bahasa sehari-hari. Technology is a design for instrumental action that reduces the uncertainly in the course-effect relationships invalved in achieving a desired outcome.
Sebuah teknologi biasanya terdiri dari aspek Hardware (perangkat keras) dan Software (Perangkat Lunak). Salah satu jenis teknologi adalah Teknologi Komunikasi.
Teknologi Komunikasi adalah peralatan perangkat keras; struktur-struktur organisasional dan nilai-nilai sosial yang dikoleksi, diproses dan menjadi pertukaran informasi individu-individu dengan individu-individu lainnya.
Sejarah Teknologi Komunikasi
Teknologi Komunikasi diawali sejarah manusia seperti ditemukannya bahasa lisan dan bahasa tulisan dalam bentuk photographs yang ditulis pada dinding gua-gua;
Teknologi Media (secara potensial dapat mencapai khalayak massa) berasal dari Cloy Robberts (Tulisan pada lembaran-lembaran tanah liat) dalam peradaban awal seperti bangsa Sumeria di daerah Sungai Eirpat dan Sungai Tigris serta Bangsa Mesir.
Kompetensi insan komunikasi dalam Teknologi Komunikasi :
1. Users (Pengguna) teknologi komunikasi
2. Content of Technology pada teknologi komunikasi
3. Riset dampak sosial teknologi komunikasi
Sebagai users, maka insan komunikasi sebagai ilmuwan sosial harus berbasis teknologi komunikasi. Content of Technology, misalnya teknologi komunikasi berbentuk televisi atau media online, maka yang mengisinya adalah orang komunikasi, seperti program berita pada televisi atau cyber communication pada media online (internet). Kemampuan meneliti dampak sosial teknologi komunikasi harus dimiliki oleh orang komunikasi seperti meneliti dampak sosial pengguna play station terhadap perilaku belajar anak sekolah dasar.
Menurut Alvin Toffler, tiga gelombang peradaban manusia terdiri dari era pertanian, industri dan era informasi / komunikasi (lihat Rogers 1986 ; Alisyahbana dalam Yulian, dkk (2001):
1. Gelombang pertama (800 SM-1500 M) adalah gelombang pembaruan dimana manusia menemukan dan menerapkan teknologi pertanian yaitu manusia berubah dari kebiasaan berpindah-pindah yang menetap disatu tempat. Ciri masa ini adalah penggunaan “baterai alamiah” yang dapat menyimpan energi yang dapat diperbaharui dalam otot-otot binatang, hutan, air terjun, angin atau langsung dan matahari, banyak sekali menggunakan kincir air dan kincir angin. Disebut juga Gelombang Peradaban Manusia.
2. Gelombang kedua (1500 M-1970 M) adalah masyarakat industri, sebagai “manusia ekonomis” yang rakus yang baru lahir dari Renaissance (pencerahan di Eropa). Adam Smith dengan bukunya The Wealth of Nations dari Charles Darwin dengan bukunya The Origin of Species mewarnai budaya renaissance.
Imprialisme dan kolonialisme di gelombang kedua ini merupakan interpretasi yang salah dari Teori Darwin, terutama ideologi Social Darwinisme dan Herbert Species; The Mights is always Rights.
Gelombang kedua ini berbudaya produk massa, pendidikan massa, komunikasi massa dan media massa. Budaya Iptek tumbuh dengan pesat. Terjadi urbanisasi dan pembangunan kota besar, penggunaan energi yang tidak dapat diperbaharui dan polusi yang menyebabkan kerusakan lingkungan hidup.
3. Gelombang ketiga (1970-2000 M) adalah masyarakat informasi dengan ciri-ciri:
Kelangkaan bahan bakar fosil; kembali ke energi yang dapat diperbaharui, Proses produksi yang cenderung menjadi produksi massa yang terkonsentrasi, Terjadinya deurbanisasi dan globalisasi karena kemajuan teknologi komunikasi dan informasi.
Peradaban gelombang ketiga merupakan Sintesa dari gelombang pertama (tesa) dan gelombang kedua (antitesa).
Dalam gelombang ketiga ini kadang disebut sebagai Knowledge Age, dengan digunakannya satelit telekomunikasi, kabel optik dalam jaringan internet, masyarakat mampu berkomunikasi online.
Era Komunikasi dan Informasi
Masa Puncaknya era komunikasi dan informasi akan segera tercapai 10-20 tahun kedepan. Open Society (Struktur Masyarakat Terbuka/umumnya para anggota masyarakat berusaha dan bekerja keras untuk menaikkan statusnya didalam masyarakat. Mereka bersaing dan bekerjasama untuk dapat naik ke lapisan atas berikutnya sesuai dengan sistem kompetisi dan korporasi yang sudah dapat diterima oleh seluruh masyarakat.
Lima Gelombang peradaban baru akan bergantian atau pun kadang-kadang bersamaan mendominasi budaya masyarakat dunia selanjutnya :
1. Era Industri Rekreasi (Hospitality, Recreation, Entertainment) yang akan mendominasi budaya pada tahun 2015 M.
2. Era Bioteknologi (Bioteknologi, genetics, Cloning) yang akan mendominasi budaya dunia pada kira-kira tahun 2001 M.
3. Era mega material (Quantum Physics, Nanotechnology high pressure physics) yang akan mendominasi dunia kira-kira tahun 2200 M dan 2300 M.
4. Era Atom Baru (fusion, lossers,hydrogen and helium isopes) yang akan mendominasi budidaya duinia kira-kira pada 2100 – 2500 M.
5. Era Angkasa luar baru (Specsaft, Exploration, Travel, Resource Gathering, Astrophysics) yang akan mendominasi sebelum tahun 3000 M (Alisyahbana, 2001).
Teknologi Komunikasi Ditinjau Dari Berbagai Aspek
Tidak ada seorangpun didunia ini yang bisa melepaskan diri dari kemutlakan komunikasi. Bahkan dalam keadaan diam pun, tanpa kita sadari kita mengkomunikasikan sesautu dari berbagai macam hal, bisa saja dari sikap tubuh, mimic wajah, helaan nafas, baju yang dikenakan, atau apapun itu. Komunikasi adalah ilmu interdisipliner yang membuatnya menjadi sangat penting untuk dipelajari, dimengerti, dan dipahami, serta dilakukan. Seluruh ilmu yang ada didunia ini menggunakan komunikasi sebagai corongnya. Bayangkan, sepintar apapun pemikiran anda, sejenius apapun ide anda dalam memecahkan suatu masalah, akan menjadi sia-sia jika anda tidak mampu menyampaikannya dengan baik. Itulah komunikasi. Begitu besar pengaruhnya dalam kehidupan manusia meliputi aspek ekonomi, politik, sosial, dan budaya, termasuk teknologinya. Berikut perbagian akan penulis coba menjelaskannya satu-persatu dengan ringkas.
Aspek Ekonomi
Menggunakan handphone untuk melancarkan transaksi ekonomi. Itu hal yang basi dan dilakukan hampir semua orang didunia. Tetapi penggunaan smartphone dan pc tablet seperti Ipad mempunyai pengaruh. pengaruh perkembangan teknologi yang sudah demikian maju ini membuat orang-orang kini memiliki kantor pribadinya sendiri-sendiri. Hanya dengan bermodalkan BB atau Android dapat melakukan segalanya, ibarat memiliki kantor sendiri. Ingin promosi, ada jejaring sosial yang bisa diakses 24 jam lewat gadge. Mau transaksi pembayaran, ada fasilitas e-banking yang tersedia disetiap bank. Mau mencari informasi atau peluang bisnis, kita dapat terkoneksi dengan internet tanpa henti dengan smartphone yang dimiliki. Benar-benar serasa dunia ada digenggaman kita.
Aspek Politik
Pemanfaatan yang paling dekat dengan kehidupan politik tentu saja teknologi penghitungan suara ‘quick count’. Dengan sistematika penghitungan yang terkoordinasi, hasil bayangan penghitungan ratusan juta suara itu bisa dilihat dan diprediksi dalam waktu relative cepat. Yang kedua adalah penggunaan teknologi real time video conference dimana pertemuan atau rapat bisa dilangsungkan ditempat dan waktu yang berbeda, dengan menggunakan teknologi video camera. Teknologi ini seharusnya bisa meningkatkan efisiensi kerja para pejabat politik negara. Namun entah karena alasan apa, penggunaan teknologi ini tidak dimaksimalkan. Mereka lebih memilih mendatangi negara tujuan rapat dengan menyebrang pulau, padahal anggaran yang dimakan tidak sedikit.
Aspek Sosial dan Budaya
Dalam kehidupan social, Tidak perlu kita ragukan dampaknya, Bahkan perkembangan teknologi telah merasuk dalam ranah budaya. Budaya masyarakat yang tadinya ‘ngobrol’ beramah tamah, basa-basi, dan lain-lain mendadak berubah setelah mengenal teknologi seperti facebook, twiter, dan sebagainya. Ditambah lagi dengan segala kemudahan BB dan Android. Hal tersebut membuat anak-anak atau bahkan sebagian orang dewasa menjadi acuh dengan lingkungan sekitar (karena sibuk dengan BB nya). Perubahan budaya membaca juga telah berubah menjadi budaya online, dimana online atau surfing internet menjadi suatu keharusan minimal beberapa jam dalam sehari.
Dampak perkembangan teknologi komunikasi terhadap kehidupan sosial
Perkembangan dunia teknologi khususnya komunikasi tentunya telah banyak membantu berjuta-juta penduduk dunia untuk saling terhubung antara yang satu dengan yang lainnya. Bahkan semakin lama, kita dapat berkomunikasi dengan teman, keluarga maupun relasi bisnis kita dengan harga yang murah dan dengan kualitas yang cenderung meningkat.
Jika kita mengingat komunikasi dengan waktu efektif pada jaman dulu, suatu hubungan antar manusia bisa dijalin ketika mereka telah berkomunikasi dengan waktu yang efektif sehingga bisa mempertukarkan nilai-nilai, makna, dan pemahaman tentang dunia. Namun, semenjak telepon pertama ditemukan, komunikasi mulai mengalami pergeseran karena sejak saat itu komunikasi tidak harus disertai dengan pertemuan secara langsung. Hal-hal diatas menjadi bencana, ketika manusia tidak lagi mampu menguasai teknologi yang digunakannya sehingga menimbulkan sifat addict. Kehidupan kemudian dikuasai oleh penggunaan teknologi dimanapun, tanpa mengindahkan batasan-batasan sosial dan norma yang berlaku. Karena seharusnya sebagai seorang pencipta, kitalah yang memanfaatkan teknologi sesuai dengan kebutuhan kita, bukannya malah menjadi tergantung dan tidak bisa hidup tanpa adanya teknologi.
Sisi positif dari teknologi juga ada, seperti pengenalan hal-hal yang dulu tidak bisa diajarkan kepada anak-anak sehingga anak-anak saat ini terbiasa menerima informasi yang beraneka ragam, terbiasa berwawasan luas. Teknologi komunikasi juga membuat cara untuk mendidik menjadi semakin banyak. Mulai dari games, simulasi, ebook, dan lain-lain, semuanya tersedia tergantung apa yang diinginkan oleh orang tua. Serta masih banyak contoh-contoh kecil, namun nyata yang membuktikan besarnya pengaruh perkembangan teknologi komunikasi terhadap sosial dan kebudayaan kita. Semuanya menjadi berwarna dan penu dengan impian. Impian yang setinggi langit itu diawali oleh langkah Graham Bell, untuk membuat alat komunikasi jarak jauh pertamanya. Suatu langkah kecil, yang membawa perubahan untuk semesta alam.
Namun teknologi ini untuk sebagian orang justru memberikan dampak negatif terhadap kualitas dari hubungan yang mereka jalin. Bagaimana tidak, belakangan ini masyarakat lebih nyaman mengumpulkan teman-teman didunia maya daripada aktif pada kegiatan-kegiatan organisasi riil yang dapat memberikan kualitas hubungan pertemanan yang lebih kongkrit dan intents.
Ambil saja facebook sebagai contoh kasusnya. Banyak orang yang memiliki ratusan atau bahkan ribuan teman difacebook tapi di dunia nyata, mereka hanya memiliki beberapa orang teman dekat yang menemani keseharian mereka. Inilah salah satu dampak negatif facebook yang sampai sekarang mungkin belum disadari oleh beberapa orang. Mereka telah kehilangan kemampuan untuk berbaur dengan masyarakat dan cenderung nyaman dengan kehidupan online. Padahal jika terjadi suatu hal yang krusial pada kehidupan kita, yang bisa membantu kita bukanlah orang-orang yang kita kenal didunia maya tapi orang-orang yang hidup disekitar kita.
Oleh karena itu, mari kita imbangi kehidupan aktif kita didunia maya dengan menjalin hubungan dan komunikasi yang intents dengan masyarakat yang ada disekitar kita. Dengan demikian kita tidak akan terkotak-kotakkan oleh hubungan yang sempit dan kita tidak akan kehilangan kemampuan berkomunikasi dengan yang lain.
Dengan semakin pesatnya pertumbungan dan perkembangan teknologi di dunia pada zaman sekarang ini, tentu saja membawa dampak bagi segala aspek kehidupan.tak terkecuali di Indonesia. Dampak perkembangan teknologi komunikasi membawa beberapa dampak positif dan negatif. Tentu saja perkembangan teknologi komunikasi membawa banyak sekali keuntungan untuk dapat digunakan. Namun sebelum berbicara mengenai dampak teknologi komunikasi tersebut, terlebih dahulu membahas alat teknologi komunikasi tersebut sebelum menjadi sepopuler dan secanggih seperti sekarang ini.
Sebelum manusia mengenal komunikasi dengan alat canggih seperti komputer, handphone, dsb. Manusia lebih dulu mengunakan komunikasi berupa tulisan tangan kemudian disusul dengan menggunakan alat cetak yang ditemukan oleh Guttenberg untuk lebih memudahkan manusia melakukan komunikasi dengan berbagai perkembangannya. Kemudian ditemukan lagi alat-alat yang mampu mempermudah manusia melakukan komunikasi seperti telegram maupun melalui transmisi radio untuk mempersingkat waktu manusia dalam menyampaikan pesan tersebut, dan tentu saja yang paling modern adalah komputer, dengan komputer tersebut manusia dapat lebih cepat melakukan komunikasi dalam waktu yang sangat pendek.
Berbagai manfaat tentu saja dapat digunakan dari alat-alat tersebut untuk mempermudah manusia melakukan komunikasi, tidak terbatas oleh jarak yang begitu jauh meskipun beda negara, dsb namun juga tidak perlu memikirkan kapan pesan tersebut dapat diterima, karena dengan teknologi tersebut pesan bisa langsung diterima. Tentu saja perkembangan teknologi tersebut untuk mempermudah kita melakukan komunikasi dengan baik dan cepat. Contoh kita dapat mendapatkan berita-berita terfaktual hanya dengan membuka internet maupun menyampaikan pesan dengan layanan tersebut. Maupun untuk mempermudah kehidupan manusia, contoh seorang pengusaha yang sangat sibuk (mobile) tidak usah langsung bertatap muka dengan kliennya karena keterbatasan jarak, namun mereka tetap dapat berkomunikasi dengan mengunakan kemajuan teknologi komunikasi tersebut.
Namun dari sekian banyak dampak postif yang sedikit telah dijelaskan secara sederhana diatas, tentu saja perkembangan teknologi komunikasi mempunyai dampak negatif yang harus diwaspadai, seperti hilangnya norma-norma yang selama ini berlaku karena dengan perkembangan teknologi dunia komunikasi berbagai budaya dari beragam negara yang sekiranya tidak cocok diterapkan di Indonesia bisa dengan mudah masuk dan diterapkan oleh masyarakat. Serta kita tidak dapat menjamin kerahasiaan pesan yang akan disampaikan karena adanya jenis kejahatan yang berkembang sejalan dengan kemajuan teknologi seperti pembobolan informasi yang dilakukan oleh para hackers.
Informasi ini bisa berbentuk apapun, dan bisa berbeda pada setiap orang yang terlibat.
Perkembangan komunikasi dan teknologi yang begitu luar biasa ini ternyata tidak hanya memberikan dampak positif juga memberikan efek negatif yang tidak kalah mengkhawatirkan. Contohnya, berkembangnya budaya asing yang tidak sesuai dengan kebudayaan kita. Budaya yang berkembang justru budaya yang negatif. semakin berkurangnya tenaga manusia yang terpakai apabila perkembangan ini terus berlanjut. Perusahaan akan lebih memilih memakai mesin dibanding manusia. Lalu, kemunculan gap antara komunitas yang memiliki informasi lebih dengan yang tidak juga mulai bermunculan. Ini jelas bukan hal bagus dalam hubungan antara manusia. Hal lainnya seperti kejelasan tentang intellectual property ataupun privasi seseorang juga menjadi masalah yang kerap hadir.
Sisi positif yang tidak bisa dipungkiri juga ada. Misalnya keberadaan teknologi membuat kita bisa menjadi tidak hanya seorang penikmat, tetapi juga pencipta hanya dengan satu alat. Ataupun akses untuk informasi yang terbuka lebar bisa menjadi hal yang sangat bagus bila digunakan dengan baik.
Teknologi dan Komunikasi bisa berkembang ke arah positif ataupun negatif. Kali ini akan kembali pada kita sebagai penggunanya. Apakah mampu memanfaatkan-nya dengan ‘benar’? karena kembali lagi pada sebuah konsep awal: ‘Tidak ada teknologi yang amoral, manusia lah yang membawanya menjadi sesutau yang buruk’.
Setelah mengetahui sejauh apa revolusi komunikasi yang terjadi, mulai dari teknologi dan aplikasi yang muncul hingga dampak-dampaknya. Tidaklah lengkap jika kita tidak mengetahui kerterkaitan antara teknologi, aplikasi, dan dampaknya bagi keseluruhan sistem komunikasi. Untuk mengetahuinya dapat melalui 2 ilustrasi yang digambarkan dalam buku the new communication technology, yaitu Electromagnetic Pulse dan Biometrics.• Electromagnetic pulseIlustrasi ini menggambarkan keterkaitan 3 aspek di atas terhadapa sistem komunikasi bak tekanan elektromagnetic. Dimana saling ketergantungan dan ketertarikan antar teknologi dan information society.
Contohnya, saat seorang ilmuwan menciptakan teknologi nuklir, maka otomatis dia akan menciptakan pengamanannya. Pengamanan tersebut berkaitan dengan rumitnya prosedur penggunaan teknologi tersebut. Dalam penggunaannya tentu saja sangat dibutuhkan informasi yang jelas, agar tidak terjadi kesalahan. Karena jika terjadi kesalahan prosedur sedikit saja, maka akan menyeret seluruh komponen sekitar termasuk masyarakat yang salah-salah menjadi korban. Oleh karena itulah diilustrasikan sebagai elektromagnetik pulse, karena saling terkait satu sama lain komponen dalam sistem komunikasi.
Biometric systems Adalah sebuah sistem yang secara otomatis mengenali seseorang sesuai dengan psikologis traits nya. Contoh teknologi yang menerapkan sistem bimetric adalah fingerprint. Seseorang dapat memasuki areal dalam komputer atau sistem tanpa memasukkan pasword. Hanya cukup memakai sidik jari. Hal ini tentu saja sangat berpengruh pada sistem komunikasi sebuah masyarakat, karena semakin terbatasnya individu-individu yang dapat mengakses sebuah informasi. Biometric sistem ini membawa dampak pada teknologi, legal dan etika-etika dalam sistem.
Dampak-dampak tersebut seperti: Dampak teknologi, semakin bervariasinya teknologi yang dibutuhkan untuk membuat sistem ini Dampak legal, teknologi ini semakin memperketat kerahasiannya sebuah informasi. Semakin terbentuk sebuah privasi yang bila ada yang melanggar, maka akan berurusan dengan legal.
Digital Technology Menambah maraknya garis perkembangan komunikasi, teknik manipulasi, dan aplikasi-aplikasi baru. Pada dasarnya alat-alat seperti telephone dan microphone merupakan alat-alat digital. Dimana dalam mengubah sinyalnya, mereka menggunakan teknologi digital. Dalam teknologi digital tersebut terdapat dua macam sistem konversi, yaitu: Analog-to-digital conversion adalah teknologi yang mengubah/ mengonversi sinyal analog ke digital sinyal. Pada dasarnya sistem ini tidak rumit, hanya mengkonvert data-data yang awalnya analog menjadi data digital atau angka. Dan sistem ini cukup mengambil sample data spesifik untuk di konvert, kemudian kita selanjutnya akan tahu data lainnya. Karena setiap data yang dijadikan sample akan membentuk sebuah interval dimana mencakup keseluruhan data. Digital to analag converter sebaliknya adalah sistem yang kemudian mengkonversi lagi data yang telah menjadi digital kembali menjadi analog. Kedua sistem di atas merupakan jembatan penghubung antara dunia analog dengan dunia digital. Sebenaranya penjelasan ini adalah untuk menambah pengetahuan kita tentang data-data yang kita pakai sekarang ini sebenarnya sudah merupakan bentuk digital. Sistem merupakan sistem bagaimana data itu kini telah dapat kita nikmati dalam bentuk digital.
Keuntungan menggunakan Teknologi digital Setiap sistem pastilah ada untungnya dan ada ruginya, begitu juga dengan teknologi digital. Keuntungan menggunakan teknologi digital antara lain yaitu:
· Teknologi digital dapat dengan mudah menyajikan data yang mudah dimengerti dalam bentuk audio digital atau vidio digital. Seluruh sinyal analog akan secara otomatis didigitalkan melalui teknologi-teknologi yang ada seperti telephone, PCs.
· Dapat mengembangkan efektiktif komunikasi yang fleksibel dengan mengintegrasikan ke satu line sehingga mudah untuk digunakan. Contohnya: dengan teknologi Integrated Service Digital Network (ISDN) seluruh data yang mengandung banyak informasi, dapat kita terima hanya dengan cukup satu line.
· Keefektifitasan biaya didapatkan karena dalam perkembangannya telah tercipta satu teknologi baru yaitu disebut IC, dimana ini adalh sebuah chips yang mampu menyimpan data apapun lalu menjadi otak dalam menjalankan sebuah aplikasi eknologi. Hal ini lebih menghemat biaya karena kita hanya cukup menggunakan IC ini untuk menyimpan dan mengolah seluruh data tanpa perlu kabel-kabel apapun.
Kerugian menggunakan teknologi digital:
· Jika tidak tersedia “daya” yang cukup untuk mempresentasikan seluruh data yang ada, maka secara otomatis akan terjadi error. Seluruh data yang telah disusun menjadi kacau, sehingga kita tetap harus membuat “back up“.
· Terjadinya dominasi digital, membuat beberapa data yang masih berbentuk analog atau jika kita membutuhkan data dalam analog akan sangat sulit, salah satu solusinya dengan menggunakan teknologi ADCs dab DACs. Dengan adanya teknologi ini, banyak perusahaan yang pada awalnya telah menggunakan satu sistem dalam perusahaannya yang dimana costnya telah pas, harus merevisi sistemnya untuk mengubah menjadi sistem baru yang berlaku saat ini. Dan banyak perusahaan yang tidak pandai kemudian menutup usahanya. Contoh mudahnya adalah perusahaan rekaman, pada awalnya sistem perusahaannya telah compatible menggunakan alat untuk memproduksi kaset, tetapi dengan kemunculan teknologi CD banyak perusahaan harus menyesuaikan. Sehinggan mau tidak mau mengubah peralatan lainnya yang compatible dengan CD.
Dampak positif diantaranya adalah:
1. Informasi yang ada di masyarakat dapat langsung dipublikasikan dan diterima oleh masyarakat.
Sumber informasi tidak hanya berasal dari satu orang saja. Dalam masyarakat, semua orang dapat menjadi sumber informasi. Setiap orang dapat saling bertukar informasi satu sama lain. Informasi itu pun menyebar sampai kepada seluruh lapisan masyarakat dengan cepat melalui media-media TIK yang ada.
2. Hubungan sosial antar masyarakat dapat berlangsung dimana saja dan kapan saja.
A berada di kota Bandung dan B berada di kota Makassar. Mereka berkomunikasi melalui ponsel. Mereka saling mengabarkan kondisi satu sama lain dan saling bertukar cerita. Itulah sedikit gambaran pemafaatan TIK dalam hubungan interaksi sosial. Walaupun berjauhan dan berada dalam zona waktu yang berbeda, mereka tetap dapat berkomunikasi dan saling bertukar informasi.
3. Sosialisasi kebijakan pemerintah dapat lebih cepat disampaikan kepada masyarakat.
Peraturan pemerintah serta kebijakannya dapat keluar pada waktu yang tidak dapat diprediksi. Masa berlakunya pun kadang bersifat tentatif. Masyarakat pun sering dibingungkan oleh masalah ini. Karena keterlambatan info, masyarakat dirugikan oleh hal ini. Oleh karena itu, publikasi kebijakan serta peraturan pemerintah memerlukan media TIK, misalnya televisi, radio dan internet. Dengan begitu, masyarakat dapat dengan mudah dan cepat mengetahui peraturan dan kebijakan pemerintah yang sudah maupun baru keluar.
4. Tumbuhnya sikap percaya diri dan motivasi tinggi.
Masyarakat memiliki rasa percaya diri yang tinggi dengan adanya TIK. Hal ini dibuktikan dari fakta-fakta yang ada di dunia maya, misalnya jejaring sosial. Mereka berani tampil secara terbuka, baik kepada orang yang dikenalnya bahkan yang tidak kenal sama sekali. Mereka mengekspos pribadinya dengan memberikan informasi-informasi yang sedang terjadi, baik itu penting atau tidak. Mereka berlomba-lomba untuk mendapatkan dan menyampaikan info terkini, hal ini juga dapat memperlihatkan tingkat kompetensi antar individu pun semakin besar.
5. Adanya “share” budaya antar daerah.
Kebudayaan dimiliki oleh setiap kelompok dari setiap daerah dalam setiap bangsa. Tidak hanya dengan penampilan atau pertunjukkan saja budaya itu dipublikasikan. Dengan TIK pun, antar kelompok masyarakat dapat menyampaikan kebudayaan yang dimiliki oleh masing-masing untuk kemudian dipelajari dan dilestarikan. Tidak hanya dalam satu Negara, tetapi dapat juga antar Negara.
Dampak negatif tersebut diantaranya adalah:
1. Timbulnya jenis kejahatan baru.
Kejahatan yang timbul antara lain penipuan, pencurian nomor kartu kredit, pornografi, pengiriman email sampah (spam), pengiriman virus, penyadapan saluran telepon, memata-matai aktivitas seseorang (spyware), dan mengacaukan trafik jaringan. Kejahatan-kejahatan ini sulit dideteksi karena dikerjakan dengan fasilitas TIK, salah satunya internet.
2. Maraknya perilaku menyimpang yang terjadi di kalangan masyarakat pada umumnya dan remaja pada khususnya.
Perilaku menyimpang disebabkan oleh merosotnya moral yang ada di masyarakat. Kurangnya filterisasi akan informasi serta budaya yang diterima dari TIK menjadi faktor pokok timbulnya permasalahn ini. Hal yang seharusnya salah justru dibenarkan dan yang benar justru disalahkan. Perilaku yang melawan norma yang ada di masyarakat pun kian merebak, tak hanya pada kalangan remaja atau pelajar saja yang memang masih labil, tetapi juga pada masyarakat “dewasa”.
3. Menurunnya tingkat kepercayaan kepada lingkungan sekitar.
Kemudahan akses informasi semakin melemahkan rasa percaya pada orang-orang sekitar. Banyak orang justru lebih men-”dewa”-kan internet (khususnya) untuk mencari informasi dibandingkan bertanya langsung pada orang sekitar yang secara umum mengetahui. Atau bahkan mereka pun kadang sudah sulit sekali percaya pada polisi lalu lintas untuk menanyakan jalan sekalipun. Rasanya kalau tidak “googling” tidak afdol.
4. Kurangnya ruang privasi.
Hadirnya situs-situs jejaring sosial tidak hanya membantu untuk menghubungkan individu yang satu dengan yang lain atau dengan kelompoknya. Layanan ini memberikan penggunanya kebebasan untuk membuka diri dan melihat-lihat info serta privasi orang lain. Privasi bukan lagi menjadi barang mahal.
5. Masuknya budaya asing yang kurang baik dan tidak difilter.
Banyak budaya asing, baik penampilan maupun gaya hidup, yang masuk ke kelompok-kelompok masyarakat. Tidak hanya budaya baik yang ada, tetapi budaya yang kurang baik pun dapat masuk dan lambat laun apabila tidak difilter secara dini, budaya tersebut bukannya membangun tapi malah justru mengerogoti budaya asli yang ada di kelompok tersebut.
6. Meningkatnya angka pengangguran.
Masalah yang satu ini sangat menarik perhatian. Kini, teknologi seolah-olah menggantikan manusia dalam segala bidang, termasuk pekerjaan. Kreatifitas manusia pun menjadi tumpul. Mereka menjadi tergantung akan teknologi. Hampir semua pekerjaan dilakukan oleh mesin-mesin otomatis. Sehingga makin banyak pengangguran karena tenaga mereka tergantikan oleh mesin-mesin otomatis tersebut.
Penutup
Sebuah perkembangan pastilah membawa dampak besar bagi sekitarnya. Tidak mungkin sebuah perubahan tidak menyeret hal yang berkaitan lainnya. Sama seperti perkembangan komunikasi, seluruh komponen baik politik, sosila, ekonomi ikut mengalami perubahan seiring dengan adanya REVOLUSI Komunikasi. Tetapi kita sebagai masyarakat haruslah pandai dalam mengelolanya agar tidak terjadi hal fatal.
Diakhir artikel ini, penulis akan memberikan dua tips ringan untuk memanfaatkan teknologi sehingga kita mendapatkan sebuah kualitas hubungan yang baik dengan teman-teman kita. Berikut adalah tipsnya:
1. Gunakan teknologi yang anda kuasai untuk menjalin hubungan yang lebih intents dengan teman atau orang-orang yang sebelumnya telah anda kenal didunia nyata. Jangan terobsesi untuk mencari teman-teman baru di Facebook, twitter , atau social media yang lain karena kecenderungan yang terjadi, mereka yang hanya anda kenal didunia maya tidak akan memberikan nilai persahabatan yang mutualisme atau saling mensupport antara satu dan yang lain didunia nyata.
2. Jika anda ingin mencari teman-teman yang baru didunia maya, carilah komunitas positif yang sering melakukan pertemuan didunia nyata atau biasa dikenal dengan istilah kopdar atau kopi darat. Komunitas seperti inilah yang benar-benar akan mengasah kemampuan komunikasi anda karena komunitas-komunitas ini seringkali memberikan kita inspirasi dan dukungan yang optimal pada kehidupan anda.
Referensi :
Straubhaar, Joseph & LaRose, Robert (2004). Media Now: Communications Media in the Information Age, Belmont, CA : Wadsworth. Chapter 14-15.
Tapscott, Don & Williams, Anthony D. 2006. Wikinomics: How Mass Collaboration Changes Everything. New York : Penguin Group.

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget