Juni 2011


Mencium Tangan
Oleh: Muhammad Rizqi Romdhon
Pendahuluan
Sudah menjadi kebiasaan yang jamak di lingkungan pesantren untuk mencium tangan. Seorang santri akan mencium tangan seorang kiayi atau ustadznya. Sebagai rasa penghormatan seorang santri kepada ajengan atau kiayinya.
Juga di kalangan Nahdliyin kebiasaan ini adalah merupakan tradisi yang harus dipertahankan. Karena merupakan ciri khas dan pembeda dengan golongan lainnya.
Mungkin hanya sedikit yang tahu bahwa mencium tangan ini adalah salah satu dari sunat Nabi, bukan tradisi yang diada-adakan oleh orang NU.
Jadi apabila ada sebagian orang yang menganggap mencium tangan adalah pengkultusan atau penyembahan kepada seorang ajengan atau kiayi, maka sudah pasti orang yang berpendapat tersebut adalah salah! Karena dia tidak mengamalkan apa yang telah dicontohkan oleh para salafus salih.
Demikian di bawah ini adalah beberapa dalil yang membolehkan juga disunatkan untuk mencium tangan, kaki dan perut Nabi; juga mencium tangan Ahlul Bait dan Ulama pewaris Nabi:
1. Dalil dari Hadits Nabi
عن أم أبان بنت الوراع بن زراع عن جدها رضي الله عنهم, وكان في وفد عبد القيس, قال: لما قدمنا المدينة جعلنا نتابدر من رواحلنا فنقبل يد النبي صلى الله عليه وسلم ورجله (رواه البخاري).
“Dari Ummu Aban binti al-Warra’ bin Zarra’ dari kakeknya radliyallahu ‘anhum; dan kakeknya merupakan salah satu delegasi Abdul Qais (yang mendatangi Nabi). Kakeknya Ummu Aban berkata: Saat kita sampai di Madinah, kami berlarian dari kendaraan kita untuk mencium kedua tangan dan kaki Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam” (HR Bukhori).
عن سيدنا جابر رضي الله عنه أن سيدنا عمر رضي الله عنه قبل يد النبي (رواه الحافظ ابن المقرئ).
“Dari Sayyidina Jabir radliyallahu ‘anhu bahwasanya Umar radliyallahu ‘anhu mencium tangan Nabi” (HR al-Hafizh Ibn al-Muqri)
عن سيدنا الوزاع بن عامر رضي الله عنه قال: قدمنا, فقيل ذلك رسول الله صلى الله عليه وسلم فأخذنا بيديه ورجليه نقبله (رواه البخاري).
“Dari Sayyidina al-Wazza’ bin ‘Amir radliyallahu ‘anhu berkata: sewaktu kita tiba (ke Madinah), maka dikatakan kepada kami bahwa dia adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, maka kami mengambil kedua tangan dan kakinya lalu kami menciumnya” (HR Bukhori).
عن سيدنا حبان بن واسع عن أشياخ من قومه رضي الله عنهم أن رسول الله صلى الله عليه وسلم عدل الصفوف يوم بدر وفي يده قدح, فمر بسواد بن غزية فطعن في بطنه, فقال: أوجعتني فأقدني, فكشف صلى الله عليه وسلم فاعتنقه وقبل بطنه, فدعا له بخير (رواه أحمد).
“Dari Sayyidina Hibban bin Wasi’ dari pembesar-pembesar kaumnya radliyallahu ‘anhum, bahwasanya sewaktu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam meluruskan barisan pada waktu perang Badar dan pada tangan beliau sebuah kendi, lalu beliau melewati Sawwad bin Ghuzayyah dan melukai perut Sawwad (tidak sengaja -red.-). Maka Sawwad berkata: Anda telah melukai saya maka berilah saya balasan! Kemudian Nabi membuka bajunya, lalu Sawwad memeluk Nabi dan mencium perutnya, lalu Nabi mendoakan bagi Sawwad agar mendapat kebaikan” (HR Ahmad).
عن ابن حجر العسقلاني في فتح الباري أن أبا لبابة وكعب بن مالك وصاحبيه رضي الله عنهم, قبلوا يد النبي صلى الله عليه وسلم حين تاب الله عليهم (فتح الباري 48/11).
“Dari Ibn Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari; bahwasanya Abi Lubabah dan Ka’b bin Malik dan kedua temannya radliyallahu ‘anhum mencium tangan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam ketika Allah memberikan taubat kepada mereka” (Fathul Bari 48/11).
عن ابن جدعان, قال ثابت لأنس: أمسست النبي بيدك؟ قال: نعم فقبلها (رواه البخاري).
“Dari Ibn Jud’an, Tsabit berkata kepada Anas: Apakah anda memegang Nabi dengan tangan anda? Anas berkata: Iya! Maka Tsabit mencium tangan Anas” (HR Bukhori)
عن الشعبي: أن زيد بن ثابت رضي الله عنه صلى على جنازة فقربت إليه بغلته ليركبها فجاء سيدنا عبد الله بن عباس رضي الله عنهما, فأخذ بركابها فقال زيد بن ثابت رضي الله عنه: خل عنك يا ابن عم رسول الله صلى الله عليه وسلم, فقال سيدنا ابن عباس رضي الله عنه: هكذا أمرنا أن نفعل بالعلماء والكبراء فقبل زيد بن ثابت يد عبد الله وقال: هكذ أمرنا أن نفعل بأهل بيت رسول الله صلى الله عليه وسلم (رواه الحاكم).
“Dari asy-Sya’bi: Bahwasanya Zaid bin Tsabit radliyallahu ‘anhu menyalatkan jenazah, lalu mendekatlah kepada Zaid keledai miliknya untuk dinaikinya. Kemudian datanglah ‘Abdullah bin ‘Abbas radliyallahu ‘anhu sambil menuntun keledai Zaid. Berkatalah Zaid kepadanya: Lepaskanlah wahai sepupu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam! Ibn ‘Abbas malah menjawab: Beginilah kami diperintahkan untuk berbuat baik kepada para Ulama dan Pembesar (agama). Lalu tiba-tiba Zaid mencium tangan Ibn ‘Abbas dan berkilah: Beginilah kami diperintah untuk berbuat baik kepada Ahlul Bait Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam” (HR Hakim).
عن صهيب قال: رأيت عليا يقبل يد العباس ورجليه (رواه البخاري).
“Dari Shuhaib berkata: Saya melihat Ali mencium tangan dan kedua kaki al-’Abbas” (HR Bukhori).
2. Dalil dari Qaul Salafus Salih
قال العسقلاني: قال الإمام النووي: تقبيل يد الرجل لزهده وصلاحه وعلمه أو شرفه أو نحو ذلك من الأمور الدينية لا يكره بل يستحب. فإن كان لغناه, أو شوكته أو جاهه عند أهل الدنيا فمكروه شديد الكراهة (فتح الباري 48/11).
“Al-’Asqalani berkata: Imam Nawawi berkata: mencium tangan seseorang karena zuhudnya, keshalehannya, ilmunya, kemuliaannya, ataupun semacamnya yang berhubungan dengan urusan agama; tidak dimakruhkan malah disunatkan. Tetapi apabila mencium tangan karena kekayaannya, kekuasaannya, pengaruhnya diantara ahli Dunia maka itu adalah makruh yang sangat-sangat makruh!” (Fathul Bari 48/11).
قال السفاريني الحنبلي: وقال أبو المعالي في شرح الهداية: أما تقبيل يد العالم والكريم لرفده فجائز, وقد علمت أن الصحابة قبلوا يد المسطفى صلى الله عليه وسلم كما في حديث ابن عمر رضي الله عنهما عند قدوم من غزوة مؤتة (غذاء الألباب 287/1).
“Al-Safarini al-Hanbali berkata: Abul Ma’ali berkata di Syarhu Hidayah: Mencium tangan seorang ulama, yang mempunyai kemuliaan karena agamanya maka itu adalah boleh. Dan aku telah mengetahu bahwasanya para shahabat selalu mencium tangan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam seperti yang telah disebutkan dalam Hadits Ibn Umar radliyallahu ‘anhum ketika beliau pulang dari perang Mu`tah” (Gidzaul Albab 287/1).
قال الإمام مالك: إن كانت (إي قبلة يد الرجل) على وجه التكبر والتعظيم فمكروهة, وإن كانت على وجه القربة إلى الله لدينه أو لعلمه أو لشرفه فإن ذلك جائز (فتخ الباري 84/11).
“Imam Malik Berkata: Apabila mencium tangan seseorang karena membesarkan dan mengagungkan maka itu adalah makruh. Tetapi apabila karena untuk mendekatkan diri kepada Allah untuk agamanya, ilmunya, kemuliaannya maka itu adalah boleh” (Fathul Bari 84/11).
قال ابن عابدين الحنفي: ولا بأس بتقبيل يد الرجل العالم المتورع على سبيل التبرك, وقيل سنة (حاشية ابن عابدين 254/5).
“Ibn ‘Abidin al-Hanafi berkata: Tidak apa-apa mencium tangan seseorang yang berilmu dan wara’ karena untuk mencari berkah, malahan itu adalah sunat” (Hasyiyah Ibn ‘Abidin 254/5).
Dari hadits-hadits dan qaul-qaul ulama diatas, kita dapat mengambil pelajaran bahwasanya mencium tangan seseorang yang mempunyai kelebihan dalam agama baik karena ilmunya, zuhudnya, wara’nya, keshalehannya, keturunannya; adalah diperbolehkan.
Dan apabila mengambil qiyas dari dalil diatas, maka mencium tangan orang tua lebih diperbolehkan karena memuliakan orang tua adalah perintah Tuhan yang telah ditetapkan di dalam al-Quran.
http://nahdliyin.net/

Tuntunan Islam untuk Keluarga Jenazah

September 10th, 2009
Amaliah Ahli MayitPendahuluan
Di lingkungan Nahdliyin ketika seseorang meninggal biasanya para ahli warisnya sering mengadakan berbagai ritual. Mulai dari talqin sampai membaca quran untuk mayit. Orang yang tidak sepaham dengan NU menganggap amalan ini adalah bid’ah, padahal ini semua adalah sunah nabi muhammad shallallahu alaihi wasallam. Amaliah tersebut adalah: talqin mayit setelah dikubur, membaca yasin bagi mayit, memberikan makan bagi yang ta’ziah, mengirimkan pahala bacaan quran, ziarah kubur dan tawasul.
1. Talqin mayit
لقنوا موتاكم لااله إلا الله (رواه مسلم)
“Talqinkanlah orang yang mati kalian (dengan) la ilaha illallah”. (HR Muslim)
Menurut Al-Muhib Ath-Thabari, Ibn Al-Himmam, Asy-Syaukani dan yang lainnya lafdz “موتاكم” dikhususkan bagi yang telah mati, dan digunakan untuk yang sakratul maut dalam bentuk majaz dengan syarat harus ada qorinahnya. Dan pada hadits ini tidak ada qorinah untuk majaznya. Maka talqin mayit pada hadits ini ditujukan untuk orang yang telah meninggal.
أخرج الحافظ سعيد بن منصور حديثا: (إذا سوي على الميت قبره وانصرف الناس عنه كانوا (أي الصحابة) يستحبون أن يقال للميت عند قبره: يا فلان قل لا اله إلا الله, أشهد أن لا اله إلا الله ثلاث مرات يا فلان قل ربي الله وديني الإسلام ونبيي محمد صلى الله عليه وسلم ثم ينصرف).
Al-Hafizh Sa’id ibn Mansur mengeluarkan hadits:
“Apabila kalian sudah memasukan mayit ke dalam kuburnya dan orang telah pergi dari situ, terbukti bahwa para Sahabat mensunatkan untuk mengatakan kepada mayit pada kuburnya: wahai Fulan ucapkanlah la ilaha illallah dan bersaksilah bahwa tiada Tuhan selain Allah tiga kali, wahai Fulan ucapkanlah Tuhanku Allah agamaku Islam Nabiku Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Lalu para Sahabat meninggalkan kuburan tersebut.”
Asy-Syaukani mengatakan bahwa Al-Hafizh Ibn Hajar menyebutkan hadits ini di dalam kitab Talkhis dan tidak menomentarinya. (Talkhis al-Habir halaman 243 juz 5 dari Majmu An-Nawawi).
2. Membaca yasin
عن معقل بن يسار رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: (يس قلب القران لا يقرؤها رجل يريد الله والدار الآخرة إلا غفر الله له, اقرؤوها على موتاكم). (رواه أحمد)
“Dari Ma’qil bin Yasar berkata: Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: (Bacakanlah yasin bagi yang telah meninggal diantara kalian)”. (HR Ahmad)
Yang dimaksud dengan “موتاكم” yaitu mayit dalam arti sebenarnya, bukan orang yang sekarat. Asy-Syaukani dan Al-Muhib Ath-Thabari berpendapat bahwa lafadz “موتاكم” pada hadits bermakna yang telah meninggal dan bukan majaz yang bermakna sekarat, karena tidak adanya qorinah yang menunjukan pada makna sekarat. (Nailul Awthar 3/25).
3. Memberi makan yang bertaziah
عن طاووس قال: (إن الموتى يفتنون في قبورهم سبعا ويستحبون أن يطعموا عنهم تلك الأيام).
“Dari Thawus berkata: (Sesungguhnya yang meninggal akan dicoba (diuji) di dalam kuburnya selama tujuh hari, maka disunahkan untuk memberi makan (diniatkan shadaqah) dari para mayit pada hari-hari tersebut)”.
Al-Hafizh Ibn Hajar menyebutkan hadits ini di dalam kitab Al-Mathalib Al-‘Aliyah (1/199) dan berkata isnadnya kuat.
4. Mengirimkan pahala bacaan
Hadits tentang membaca yasin adalah dalil bahwa pahala bacaan sampai kepada mayit.
عن عبد الرحمن بن العلاء بن اللجلاج عن أبيه قال لي أبي اللجلاج: (يا بني إذا مت فالحد لي لحدا, فإن وضعتني في لحدي فقل: بسم الله وعلى ملة رسول الله ثم سن التراب علي سنا, ثم اقرأ عند رأسي بفاتحة البقرة وخاتمتها, فإني سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول ذلك).
“Dari Abdurrahman bin Al-’Ala bin Al-Lajlaj dari ayahnya berkata: berkata padaku ayahku Al-Lajlaj: (Wahai anakku apabila aku mati maka buatkanlah untuku liang lahat, maka apabila kalian memasukan ke dalam liang lahatku maka bacalah bismillah wa ‘ala millati rasulillah lalu taburkanlah tanah kepadaku satu taburan, lalu bacakanlah dekat kepalaku awal Al-Baqarah dan akhir Al-Baqarah. Karena sesungguhnya aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berbicara demikian)”.
Hadits ini dikemukakan oleh Ath-Thabrani dalam Al-Kabir (13613) dan oleh Al-Haitsami dalam Majma’ Az-Zawaid (4242) dan Rijalul Haditsnya terpercaya semua.
عن الإمام الأحمد قال: حدثنا ابن المغيرة حدثنا الصفوان قال: كانت المشيخة يقولون: إذا قرئت أي يس عند الميت خفف عنه بها.
“Dari Imam Ahmad berkata: Berbicar kepada kami Ibn Al-Mughirah, berbicara kepada kami Ash-Shafwan berkata: Terbukti bahwa para Masyaikhah (Ulama-ulama) berkata: Apabila Yasin dibacakan kepada mayit maka akan diringankan kepada mayit oleh karena surat Yasin”. (Tafsir Ibn Katsir 3/563, At-Talkhis 2/104).
قال الشافعي رحمه الله: ويستحب أن يقرأ عنده شيء من القران وإن ختموا القران عنده كان حسنا.
“Imam Syafi’i Rahimahullah berkata: dan disunatkan untuk membacakan kepada mayit sebagian dari Al-Quran dan apabila menamatkan Al-Quran kepada mayit maka itu lebih baik”. (Al-Majmu An-Nawawi 5/294, Riyadlush Shalihin 947).
5. Ziarah Kubur
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: (نهيتكم عن زيارة القبور فزوروها).
“Rasulallah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: (Dulu aku melarang kalian berziarah kubur, maka sekerang berziarahlah kepada kubur). (HR Muslilm, An-Nasai, Hakim)
6. Tawasul
قال تعالى: ]يا أيها الذين آمنوا اتقوا الله وابتغوا إليه الوسيلة[(المائدة: 35).
“Allah Ta’ala bersabda: (Wahai orang-orang yang beriman bertqwalah kepada Allah dan mengharaplah kepada-Nya (dengan) wasilah (perantara))”. (QS Al-Maidah: 35).
عن عثمان بن حنيف رضي الله عنهك أن رجلا ضريرا أتى النبي صلى الله عليه وسلم فقال: ادع الله لي أن يعافني, فقال: (إن شئت صبرت وهو خير لك), قال: فادعه وفي رواية: ليس لي قائد وقد شق علي. فأمره أن يتوضأ فيحسن وضوءه ويدعو بهذا الدعاء: (اللهم إني أسألك وأتوجه إليك بنبيك محمد صلى الله عليه وسلم نبي الرحمة, يا محمد إني توجهت بك إلى ربي في قضاء حاجاتي لتقضى لي اللهم شفعه في). وزاد البيهقي: فقام وقد أبصر. وفي رواية: (اللهم شفعه في وشفعني في نفسي). (رواه أحمد)
“Dari Utsman bin Hanif RA: Suatu ketika datanglah seorang yang buta kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam lalu berkata: berdoalah kepada Allah untuku agar menyembuhkanku. Nabi bersabda: (Jikalau kamu mau bersabar maka itu lebih baik). Orang tersebut menjawab: Doakanlah! Diriwayat yang lain: Aku tidak mempunyai lagi kekuatan dan sudah sangat memberatkanku. Lalu Nabi menyuruhnya untuk berwudlu dan memperbagus wudlunya dan berdoa dengan doa ini: (Ya Allah sesungguhnya aku meminta dan menghadap kepada-Mu dengan (bertawasul) melalui nabi-Mu Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam yang memberitakan kasih sayang, wahai Muhammad sesungguhnya aku menghadap kepadamu menuju Tuhanku dalam mengabulkan keinginanku (dan) untuk mengabulkan kepadaku. Ya Allah syafa’atilah dia didiriku”. Dalam riwayat Al-Baihaqi: maka dia langsung berdiri dan bisa melihat lagi. Dan diriwayat lain: “Ya Allah syafa’atilah dia didiriku syafa’atilah aku di dalam diriku”. (HR Ahmad)
http://nahdliyin.net/


Zanbal Palembang

Alhamdulillah ziarah ke Hadramaut Tsani alias Zanbalnya Palembang berlangsung lancar, dg support penuh dari Kantor Kemenag Palembang. Ziarah ini meliputi:
1. Pemakaman Kesultanan Kawah Tengkurep
2. Pemakaman Auliya’ Kambang Koci, dan
3. Pemakaman Pangeran Syarif Ali bin Syekh Abi Bakr bin Salim.
Dengan mengacu ke tulisan Bpk Anton Bae mari kita mulai perjalanan dari Kawah Tengkurep lebih dahulu, dilanjutkan hingga Pangeran Syarif Ali.

Kawah Tengkurep

Di sana ada makam Habib Abdullah bin Idrus Al-Aydrus, Sultan Mahmud Badaruddin I,
ayah dan kakek dari Habib Nuh Al-Habsyi (Keramat Tanjung Pagar Singapura),
dan lain-lain.
Habib Abdullah bin Idrus merupakan salah satu tokoh kebanggaan masyarakat Palembang. Semasa hidupnya ia mempunyai kedudukan tinggi yang disebabkan ilmu dan ahlaknya yang mulia, itu terjadi dimanapun ia berada, bahkan di Hadramaut sendiri pun ia mendapatkan penghormatan yang lebih dari para habib di sana.
Di dalam kitab Tuhfatu Al-Ahbab fi Manaqib Al-Habib Alwi bin Abdullah bin Idrus bin Shahab disebutkan bahwa setiap kali Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi, Seiwun datang ke kota Tarim, beliau selalu berusaha untuk memuliakan dan mengutamakan Habib Abdullah untuk menjadi imam shalat baik di majlis-majlis umum maupun khusus.
Habib Abdullah bin Idrus adalah ayah dari Habib Alwi Qolbu Tarim, Hadramaut. Makamnya yang terletak di Gubah Duku yang merupakan tanah wakaf Habib Syech bin Ahmad bin Shahab ini sering dizirahi oleh masyarakat baik dari dalam maupun luar kota Palembang, bahkan tamu-tamu dari Pulau Jawa dan Hadramaut.
Sedangkan Habib Abdurrahman bin Ahmad Al-bin Hamid merupakan habib yang mulia. Ia banyak menimba ilmu pengetahuan dari para habib baik di Palembang maupun dari Hadramaut, di antaranya Habib Abdullah bin Idrus bin Shahab. Adapun tokoh habib yang banyak menimba ilmu pengetahuan darinya antara lain putranya sendiri, Habib Ahmad, Habib Ahmad bin Zein bin Shahab dan Habib Muhammad bin Hamid bin Syech Abubakar.
Pemakaman Kesultanan Kawah Tengkurep ini terletak di Kelurahan 3 Ilir Boom Baru Palembang (sekitar satu setengah kilometer dari Pemakaman Pangeran Syarif Ali). Dibangun pada tahun 1728 M oleh Sultan Mahmud Badaruddin I (1724-1758), yaitu seorang pemimpin yang arif dan bijaksana, serta seorang seorang ulama yang hafal Al-Quran.
Di dalam pemerintahnya, Sultan Mahmud Badaruddin I banyak mengadakan musyawarah terutama dengan para habib. Ia pun memiliki guru-guru agama dari kalangan habib. Bahkan hampir semua putrinya dinikahkan dengan habib.
Adapun Imam Kubur – istilah untuk penasehat agama kesultanan yang biasanya dimakamkan bersebelahan dengan para sultan – dari Sultan Mahmud Badaruddin I yaitu Al-‘Arif Billah Al-Habib Abdullah bin Idrus Al-Idrus.
Habib lainnya yang dimakamkan di Pemakaman Kawah Tengkurep, antara lain adalah Al-‘Arif Billah Al-Habib Abdurrahman bi Husin Al-Idrus (Maula Taqooh) yan merupakan Imam Kubur Sultan Ahmad Najamuddin (1758-1776 M), Al-‘Arif Billah Al-Habib Muhammad bin Ali Al-Haddad (Datuk Murni) yang merupakan Imam Kubur Sultan Mahmud Bahauddin (1776-1803 M), Al’Arif Billah A-Habib Muhammad bin Yusuf Al-Angkawi, Al-‘Arif Billah Al-Habib Agil bin Alwi Al-Madihij (Penghulu Al-Madihij di Paembang), serta  Al-‘Arif billah Muhammad dan Habib Ahmad bin Idrus Al-Habsyi yng merupakan ayah dan kakek dari Habib Nuh Al-Habsyi (Keramat Tanjung Pagar Singapura).
Selain itu di sini juga dimakamkan seorang waliyah bernama Hababah Sidah binti Abdullah bin Agil Al-Madihij. Dikisahkan bahwa ia pernah bertemu dengan Rasululah SAW secara yaqozoh (dalam keadaan sadar) dengan iringan tetambuhan rebana dan aroma harum wewangian, sehingga seluruh perkampungan di sekitar rumahnya pun dapat mendengar suara tabuhan rebana tersebut.

Pemakaman Kambang Koci

Lokasi pemakaman ini bersebelahan dengan Pemakaman Kawah Tengkurep atau jaraknya sekitar 200 meter. Konon, pada tahun 1151 H/ 1735 M, Sultan Mahmud Badaruddin 1 mewakafkan sebidang tanah yang cukup luas untuk pemakaman anak cucu serta menantunya. Tanah pemakaman tersebut dinamakan Kambang Koci, yang berasal dari kata kambang (kolam) dan sekoci (perahu), karena jauh sebelumnya tempat itu merupakan tempat pencucian perahu.
Beberapa penghulu habib yang dimakamkan di sini antara lain Al-‘Arif Billah Al-Habib Syech bin Ahmad bin Syahab yang merupakan ulama besar pada masanya dan dikarenakan kedekatannya dengan Sultan Mahmud Badaruddin 1, ia dianegerahi tanah yang sangat luas dari daerah Kuto sampai Kenten, yang di antara lain ia wakafkan sebagai tanah pemakaman kaum alawiyyin Palembang serta tanah wakaf Masjid Daarul Muttaqien. Al-‘Arif Billah Al-Habib Ibrahim bin Zein bin Yahya (wafat 1790 M), merupakan seorang ulama besar yang memahami banyak masalah Ilmu Fiqh, beliau adalah menantu Sultan Mahmud Badaruddin I yang beristrikan Raden Ayu Aisyah binti Sultan Mahmud Badaruddin I. Al-‘Arif Billah Al-Habib Alwi bin Ahmad Al-Kaaf yang dikenal sebagai seorang wali Quthb.
Selain itu, di pemakaman ini juga dimakamkan Habib Abdullah bin Salim Al-Kaaf yang merupakan seorang ulama besar sekaligus pengusaha sukses. Beliaulah yang mambangun Masjid Sungai Lumpur pada tahun 1287 H yang berlokasi di 11 Ulu Palembang, dan Habib Abdullah bin Ali Al-Kaaf yang merupakan seorang wali yang mastur (tersembunyi). Adapun keturunannya yang banyak menjadi orang sholeh dan ulama besar yang tersebar di Tegal, Jakarta, Jeddah, dan Hadhramaut, antara lain Habib Abdurrahman bin Ahmad Al-Kaaf, Jeddah, dan Habib Abdullah bin Ahmad Al-Kaaf, Jakarta dengan anak-anaknya yang menjadi muballighin.
Mengingat banyaknya para wali yang dimakamkan di Pemakaman Kambang Koci serta di beberapa pemakaman lainnya di kota Palembang, maka banyak dari pemuka habaib dari Hadramaut menyebut Kambang Koci sebagai Zanbal (pemakaman para wali di Kota Tarim, Hadhramaut)-nya Palembang. Sementara Kota Palembang sendiri sempat dijuluki sebagai Hadramaut Tsani alias Hadramaut Kedua, karena banyak para ulama yang menetap dan beranak-pinak di kota ini, seperti di perkampungan Sungai Bayas.

Pemakaman Pangeran Syarif Ali

Tempat ini terletak di Kelurahan 5 Ilir Boom Baru, sekitar 1 km dari Kawah Tengkurep.
Al-Habib Pangeran Syarif Ali yang wafat pada tanggal 27 Muharram 1295 H/ 1877 M, merupakan seorang waliyullah. Syarif Ali dilahirkan di Palembang pada tahun 1795 M, dari seorang ibu yang bernama Syarifah Nur binti Ibrahim bin Zaid bin Yahya. Adapun ayahnya Habib Abubakar dilahirkan di kota Inat, Hadramaut. Habib Abubakar datang ke kota Palembang bersama ayahnya yaitu Habib Sholeh bin Ali sekitar tahun 1755, diakhiri masa kepemimpinan Sultan Mahmud Badaruddin 1, setelah itu Habib Sholeh kembali ke Hadramaut dan meninggal di kota Inat.
Di samping mendapatkan pendidikkan agama dari ayahnya, Syarif Ali juga banyak menimba ilmu agama dari para habib baik dari kota Palembang sendiri maupun Hadramaut. Selain terdidik dalam lingkungan keagamaan, pada usia dewasanya, beliau giat melakukan pelayaran niaga, terutama ke Kalimatan dan Jawa dengan menaiki kapal kayu sederhana (Pinisi).
Dari pergaulan yang luas dalam hubungannya dengan para pembesar kesultanan, Syarif Ali memperoleh pengalaman diplomatik, karena itu ia tampil sebagai seorang yang berwibawa dan mendapat kepercayaan sultan. Pernah suatu ketika Syarif Ali mendapat misi khusus ke Kalimatan untuk keperluan Sultan Husin Dhiauddin dan misi tersebut berhasil dengan baik, karena itu sultan menikahkan salah seorang putrinya yang bernama Laila. Dari perkawinan inilah Syarif Ali diberi gelar Pengeran. Bahkan, beliau meskipun dalam usia yang relatif muda sudah dipercaya untuk menduduki jabatan sebagai Bendahara Kesultanan.
Selain makam Habib Pengeran Syarif Ali dan keluarganya, di sini juga dimakamkan Habib Umar bin Alwi bin Syahab yang merupakan ipar dari Pangeran Syarif Ali. Beliau dimakamkan tepat di sebelah makam Pangeran Syarif Ali. Habib Umar adalah seorang ulama yang banyak menyebarkan agama Islam ke pelosok-pelosok terpencil. Beberapa suku adat di Palembang masuk Islam berkat pelantaran beliau, terutama di pesisir Sungai Musi, antara lain daerah Pegayut, Pemulutan, Muara Enim, Lingkis, Ulak Temago, Suko Darmo, bahkan sampai saat ini banyak keturunannya tinggal di daerah Bungin Kiaji yang lebih dikenal dengan Desa Pegayut.


Cara Download YouTube Tanpa Software

Sebagian besar pengunjung hanya menonton secara online. Ini jelas sangat tidak efektif, karena setiap kali ingin memutar ulang harus melakukan koneksi ke YouTube dan ini sangat mahal untuk sebagian besar masyarakat Indonesia dengan mahalnya koneksi Internet.
Banyak jalan menuju Roma, banyak cara mendownload YouTube. Sudah cukup banyak software2 pendownload YouTube bermunculan. Tapi YouTube selalu melakukan inovasi baru agar videonya tidak lagi bisa didownload dengan software itu.
Cara termudah dan teraman adalah Download Lewat Browser. Tidak perlu Browser khusus. Firefox dan Opera mampu melakukannya. Disini saya akan berbagi sedikit tips cara mendownload YouTube langsung dari Browser anda tanpa perlu menambahkan Plugin atau software lainnya.
Tutorial ini saya khususkan untuk Firefox dan Opera. Untuk Internet Explorer (ie), maaf karena selain memiliki banyak celah keamanan yang tak kunjung diperbaiki, ie juga membuat standar desgin website sendiri, jadi para webdsigner seringkali mengalami kesulitan dalam mendisign web gara-gara ie, bisa jadi di firefox dan opera sudah bagus, tapi begitu dibuka di ie hasilnya berantakan. Karena itu beberapa waktu lalu ie sempat di gugat oleh Opera.
Ok, back to topic.
1. Buka video YouTube seperti biasa.
2. Play atau putar video tersebut hingga habis.
Cara Download YouTube lewat Firefox :
1. Setelah menjalankan video hingga selesai, sekarang yang perlu anda ketahui adalah lokasi cachenya.
2. Ketik about:cache?device=disk pada browser
FFcache
3. Setelah mengetahui lokasinya, meluncurlah ke lokasi tersebut. Contoh : lokasi cache saya adalah D:\FF\Data\profile\cache
Catatan : Lokasi yang saya contohkan ini pasti berbeda dengan hasil yang akan anda dapatkan
FFfiles
4. Setalah itu coba cari pada folder tersebut yang memiliki ukuran file yang besar (biasanya lebih dari 5MB), jika sudah anda temukan, edit nama file dengan menekan F2, dan tambahi .flv. Contoh : nama file cache saya adalah 2F4A5212d01, agar dapat saya putar saya rename menjadi 2F4A5212d01.flv
5. Pindah file tersebut ke folder lain agar tidak terhapus.
Cara Download YouTube lewat Opera :
1. Setelah menjalankan video hingga selesai lewat Opera, anda perlu mencari tau lokasi cachenya.
2. Ketik opera:config#UserPrefs|CacheDirectory4 pada browseroperacache it Cara Download YouTube Tanpa Software
3. Setelah mengetahui lokasinya, meluncurlah ke lokasi tersebut. Contoh : lokasi cache saya adalah C:\Documents and Settings\rosyidi\Application Data\Opera\Opera 9\profile\cache4\
Catatan : Lokasi yang saya contohkan ini pasti berbeda dengan hasil yang akan anda dapatkan
Operafile
4. Setelah itu coba cari pada folder tersebut yang memiliki ukuran file yang besar (biasanya lebih dari 5MB), jika sudah anda temukan, edit nama file dengan menekan F2, dan ubah tmp dengan flv. Contoh : nama file cache saya adalah opr0000Y.tmp, agar dapat saya putar saya rename menjadi opr0000Y.flv
5. Pindah file tersebut ke folder lain agar tidak terhapus.
Cara Diatas dapat pula diterapkan untuk jenis file lainnya seperti flash, dll. Karena ada pula flash yang tidak bisa didownload hanya file swfnya saja, karena file tersebut memakai flash dalam flash, dan semua itu dapat didownload dengan mudah dengan cara diatas
PERINGATAN : TUTORIAL INI BERTUJUAN UNTUK MENDOWNLOAD VIDEO PENDIDIKAN DI YOUTUBE. KAMI TIDAK BERTANGGUNG JAWAB ATAS PENYALAHGUNAAN TUTORIAL INI UNTUK PEMBAJAKAN, DLL.
Penulis : Agam Rosyidi
URL : http://rosyidi.com/cara-download-youtube-tanpa-software/


Memelihara kebiasaan ibadah

Penting sekali memelihara aqidah ummat Islam dari gangguan para peneror aqidah yang mengatasnamakan Islam. Oleh karena itu silahkan copy dan bagikan beberapa kumpulan artikel berikut ini.
(copy dari http://www.facebook.com/note.php?note_id=10150105358825135)
1. Para Ulama Telah Membantah Muhammad Ibn Abd Al-Wahhab; Perintis Gerakan Wahhabi, klik http://www.facebook.com/note.php?note_id=112485828768335&id=351534640896&ref=mf
2. Imam Taqiyyudin Abu Bakr al-Husni, penulis kitab Kifayat al-Akhyar, (–herannya kitab ini menjadi salah satu buku rujukan Wahabi–) dalam kitabnya berjudul “Daf’u Syubah Man Syabbaha Wa Tamarrad” menuliskan: “Kekufuran Ibn Taimiyah telah disepakati oleh Ulama empat madzhab”. klik http://www.facebook.com/note.php?note_id=112479795435605&id=351534640896&ref=share
3. BACA DAN SEBARKAN!! al Imam Ibn al Jawzi Membongkar Kesesatan Aqidah Tasybih ((( Mewaspadai Ajaran Wahabi ))) klik inihttp://www.facebook.com/note.php?note_id=164430070240577&id=351534640896&ref=mf
4. Wahabi Punya Akal Sehat Ga Sih???? Dia Yakin Arsy Makhluk Allah; Tapi Dia Bilang Allah bertempat Di arsy!! Na’udzu Billah!!! klikhttp://www.facebook.com/note.php?note_id=139898152693769&id=351534640896&ref=mf
5. Dalil Kebolehan Mencium Makam Rasulullah Atau Orang-orang Saleh Dari Kitab Wafa’ al Wafa (Menohok Ajaran Sesat Wahabi) klik ini
http://www.facebook.com/note.php?note_id=160954943921423&id=351534640896&ref=mf
6. Wahabi Merusak Kitab Nihayah al-Qaul al-Mufid, [[ Ini Buktinya ]], baca dan sebarkan…. tengok kiri kanan jangan sampai ada kerabat kita yang jadi Wahhabi, Klik http://www.facebook.com/note.php?note_id=154182567931994&id=351534640896&ref=mf
7. Dalil Kebolehan Mencium Makam Rasulullah Atau Orang-orang Saleh Dari Kitab Wafa’ al Wafa (Menohok Ajaran Sesat Wahabi), baca dan sebarkan. Klik http://www.facebook.com/note.php?note_id=160954943921423&id=351534640896&ref=mf
8. Hadits Riwayat Imam Muslim Dalam Kitab Shahih Dengan Syarh-nya Tentang Anjuran Tabarruk Dengan Peninggalan Orang2 Saleh, Sementara Wahabi sesat mengatakan tabarruk perbuatan bid’ah dan syirik. Klik http://www.facebook.com/note.php?note_id=162827517067499&id=351534640896&ref=mf
9. Imam Syafi’i Setiap Hari Ziarah Ke Makam Imam Abu Hanifah Dan Tawassul Dengannya, Sementara Wahabi Mengatakan Syirik Dan Kufur. Waspadai terus ajaran sesat Wahabi…. Klik http://www.facebook.com/note.php?note_id=162829053734012&id=351534640896&ref=mf
10. Satu catatan untuk Ibnu Utsaimin dan para pengikutnya: “DI MATA KALIAN SENDIRI RAJA KALIAN ADALAH ORANG KAFIR” karena ia berdoa dengan menghadap ke makam Rasulullah… Klik http://www.facebook.com/note.php?note_id=177951145555136&id=351534640896&ref=mf
11. Dedengkot Wahabi “Berantem” Saling Menyesatkan; Ibnu Bas dan Ibnu Utsaimin [Bukti Nyata Kesesatan Aqidah Wahabi]… baca dan sebarkan!!!! Klik http://www.facebook.com/note.php?note_id=181310078552576&id=351534640896&ref=mf
12. Ibn al Jawzi Dalam Sifat as Shofwah Menganjurkan Ziarah Ke Makam Orang2 Saleh Dan Tawassul, Sementara Wahabi Mengatakan Syirik Klik http://www.facebook.com/note.php?note_id=162824827067768&id=351534640896&ref=mf
13. Salah Seorang Ulama Terkemuka Dalam Madzhab Hanafi; Imam Ibn Abidin, MENGATAKAN bahwa Kaum Wahabi SESAT…!!!! Klik http://www.facebook.com/note.php?note_id=150450398305211&id=351534640896&ref=mf
14. Ibnu Hajar al-Haitami; Ulama Terkemuka Madzhab Syafi’i, Mengatakan: “IBNU TAIMIYAH SESAT” (Menohok Wahabi) Klik http://www.facebook.com/note.php?note_id=150951658255085&id=351534640896&ref=mf
15. Menohok Kaum Wahabi Yang Anti Tawassul, Dari Tulisan Adz-Dzahabi. Sodorkan Tulisan adz-Dzahabi Ini Kepada Mereka!!!! Klik http://www.facebook.com/note.php?note_id=151512118199039&id=351534640896&ref=mf
16. Lengkap membahas masalah perayaan Maulid Nabi dari a sampe z, sangat penting untuk membantah ajaran sesat Wahabi, baca dan sebarkan…. Barakallah fikum!!! Klik http://www.facebook.com/note.php?note_id=153892607960990&id=351534640896&ref=mf
17. Konyol, salah seorang pemuka Wahabi, bernama al Qanuji, dlm karyanya berjudul “ad Din al Khalish”, j. 1, h. 140, brkt: “Taqlid dengan madzhab-madzhab adalah syirik”. Ini artinya, menurut dia seluruh umat Islam telah menjadi kafir karena mreka semua bertaqlid kepada empat madzhab (Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Hanbali). klik http://www.facebook.com/note.php?note_id=154893354527582
18. Di Atas Arsy Terdapat Tempat [[[ Membongkar Kesesatan Nashiruddin al Albani; Salah Satu Tiang Ajaran Sesat Wahhabi ]]] Klik http://www.facebook.com/note.php?note_id=153597111323873&id=351534640896&ref=mf
19. Ibnu Taimiyah Dalam Karyanya Mengatakan Bahwa Dari Arah Timur Akan Muncul FITNAH BESAR Dan PANGKAL KEKUFURAN yaitu Fitnah Wahhabi An-Najedi Klik http://www.facebook.com/note.php?note_id=154442421239342&id=351534640896&ref=mf
20. Wahabi mengatakan: “Maulid nabi sesat, ga ada di zaman Rasulullah”. heh.. Wahabi, buka dan baca link ini; Imam Kalian; Ibnu Taimiyah al Mujassim mengatakan perayaan maulid nabi pekerjaan yang baik. Katakan oleh kalian: “IBNU TAIMIYAH SESAT”.  Klik http://www.facebook.com/note.php?note_id=154866137863637&id=351534640896&ref=mf
21. Lagi; Kaum Wahabi “Mengoyak” (mereduksi) Kitab al Adzkar Karya Imam An Nawawi, heh!! mereka ga punya amanat ilmiah, klik http://www.facebook.com/note.php?note_id=160029190680665
22. Hati2, Ada Dua Orang Bernama Abu Ya’la, Keduanya Orang Berbeda [Sangat Penting Untuk Menghindari Tipu Daya Kaum Wahhabi], klik http://www.facebook.com/note.php?note_id=185239738159610&id=351534640896&ref=mf
23. Heh..!”Cium Tangan” Dibilang Mendekati Perbuatan Syirik?! Membasmi Atau Menyebarkan “TBC”??! [Mendudukan Persoalan Dengan Dalil] Klik http://www.facebook.com/note.php?note_id=132078848329&id=1789501505&ref=mf
24. Nasehat adz-Dzahabi Terhadap Ibn Taimiyah; Bukti Pengakuan Seorang Murid Bagi Kesesatan Sang Guru Klik http://www.facebook.com/note.php?note_id=381439268329&id=1789501505&ref=mf
25. Wahabi = Khawarij,,,,, Khawarij = Wahabi, demikain tulisan Syekh Shawi dalam Hasyiyah Tafsir al Jalalain, silahkan cek dalam link berikut Klik http://www.facebook.com/note.php?note_id=153873444629573&id=351534640896&ref=mf
26. Diantaranya, Karena Takwil Berikut Ini Ulama Sekaliber Imam an-Nawawi Dianggap sesat Oleh Kaum Wahhabi. Hasbunallah!! Klik http://www.facebook.com/note.php?note_id=154238364593081&id=351534640896&ref=mf
27. Dedengkot Wahabi; IBNU UTSAIMIN mengatakan bahwa Imam Ibnu Hajar al Asqalani bukan dari golongan Ahlussunnah Wal Jama’ah, klik ini http://www.facebook.com/note.php?note_id=112481828768735&id=351534640896&ref=mf
28. Supaya Jangan Sembarangan Mengklaim Ahli Bid’ah Kepada Orang Lain (Hakekat Bid’ah Lengkap Dari a Sampai z, Mewaspadai Wahabi) Klik http://www.facebook.com/note.php?note_id=112546762095575&id=351534640896&ref=mf
29. Supaya Tidak Sembarang Berbicara Masalah Hukum Agama; Anda Tidak Akan Mencapai Derajat Mujtahid Maka Anda Harus Menjadi Muqallid, klikhttp://www.facebook.com/note.php?note_id=112489875434597&id=351534640896&ref=share
30. Salah satu akar terorisme; karena salahpaham terhadap kandungan QS. al-Ma’idah: 44. Waspada, jangan sampai anda terjebak…Oleh Wahabi Teroris!!! Klik http://www.facebook.com/note.php?note_id=112481618768756&id=351534640896&ref=mf
31. Membongkar Kesesatan Ajaran Wahabi Yang Membagi Tauhid kepada 3 Bagian; Aqidah Mereka Ini Nyata Bid’ah Sesat Klik http://www.facebook.com/note.php?note_id=112480862102165&id=351534640896&ref=mf
32. Imam Taqiyyudin Abu Bakr al-Husni, penulis kitab Kifayat al-Akhyar, (–herannya kitab ini menjadi salah satu buku rujukan Wahabi–) dalam kitabnya berjudul “Daf’u Syubah Man Syabbaha Wa Tamarrad” menuliskan: “Kekufuran Ibn Taimiyah telah disepakati oleh Ulama empat madzhab”. Klik http://www.facebook.com/note.php?note_id=112479795435605&id=351534640896&ref=share
33. [Mewaspadai Wahhabiyyah] Masa Memakai Tasbih Untuk Menghitung Bilangan Dzikir Disebut Bid’ah Juga?! [Panjang.. Baca yang sabar] Klik http://www.facebook.com/note.php?note_id=112554782094773&id=351534640896&ref=mf
34. al Imam Ibn al Jawzi Membongkar Kesesatan Aqidah Tasybih ((( Mewaspadai Ajaran Wahabi ))) klik ini http://www.facebook.com/note.php?note_id=164430070240577&id=351534640896&ref=mf
35. Jangan Salah Memahami Hadits Ini, Orang2 Wahhabi Mengkafirkan Banyak Orang Islam Karena Salah Memahami Hadits Ini, Hattiii2..!!! Klik http://www.facebook.com/note.php?note_id=112487062101545&id=351534640896&ref=mf
36. Di Antara Argumen Buruk Kaum Wahhabi Tentang Tabarruk Dan Tawassul; KITA BONGKAR DI SINI.. !!! Klik http://www.facebook.com/note.php?note_id=112482865435298&id=351534640896&ref=mf

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget